Antara Pendukung dan Penikmat Kekuasaan Prabowo

  • Bagikan

PARA pengeritik Presiden Prabowo Subianto saat ini, sebagian besar adalah pendukung Prabowo (asli). Para pengeritik tersebut konsisten menggunakan referensi dari pemikiran dan sikap politik asli Prabowo, antara lain berupa:

1) Empat buku tulisan Prabowo, yaitu:

a) Paradoks Indonesia dan Solusinya.
b) Strategi Transformasi Bangsa
c) Membangun Kembali Indonesia, dan
d) Kepemimpinan Militer

2) Tiga Visi dan Misi Prabowo sebagai Capres/Cawapres, yaitu:

a) Visi dan Misi Capres/Cawapres Megawati – Prabowo 2009 : Ekonomi Kerakyatan : membangun Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Adil.
b) Visi dan Missi Capres/Cawapres Prabowo-Hatta 2014 : Transformasi Bangsa Menuju Kemandirian, dan
c) Visi dan Misi Prabowo-Sandi 2019 : Indonesia Menang dg 5 misi utama.

Sementara para pejabat pemerintah dan pendukung/penikmat kekuasaan Presiden Prabowo menggunakan dasar “pembelaan” yaitu:

Visi dan Misi Capres/Cawapres Prabowo-Gibran: Indonesia Emas dengan Misi Utama Asta Cita.

Baca juga :   Dugaan Ijazah Petruk Palsu?

Seperti kita ketahui bahwa Visi dan Misi Prabowo-Gibran bukan lagi pemikiran asli Prabowo, tetapi merupakan hasil kompromi terhadap “pemakluman” terhadap kesalahan dan kerusakan yang dibuat oleh rezim Joko Widodo, sehingga motto yang diusung adalah keberlanjutan.

Sangat jelas terlihat bahwa sikap dasar Prabowo sebagaimana tertuang dalam 4 (empat) buku dan 2 (dua) visi dan misi Capres 2014 dan 2019 melemah dalam visi dan misi pasangan Prabowo-Gibran 2024.

Para pengeritik Presiden Prabowo menghendaki agar Prabowo mengelola negara Indonesia sesuai aslinya sebagaimana tertuang dalam 4 (empat) buku dan 3 (tiga) visi dan misi sebagai capres sebelum Prabowo “diakuisisi” oleh Joko Widodo.

Dalam pemikiran asli Prabowo yang ditulis dalam 4 (empat) buku tersebut, terdapat 5 (lima) prinsip dasar yang ditanamkan yaitu:

1) bahwa Indonesia akan maju jika dipimpin oleh pemimpin yang memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme.
2) bahwa politik dan kekuasaan harus dikembalikan kepada rakyat dari politisi dan oligarki.
3) bahwa perekonomian harus dikembalikan ke pangkuan rakyat dari penguasaan pemilik modal (Oligarki)
4) bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi harus jadi prioritas
5) bahwa pemerintahan bersih, efesien, dan profesional harus diwujudkan.

Baca juga :   Kontroversi Langkah Politik Gibran

Para pengeritik Presiden Prabowo (pendukung Prabowo asli), memberikan kritik berdasarkan 5 (lima) tolok ukur tersebut. Mereka bukan pengarang bebas. Tujuan mereka adalah agar Presiden Prabowo memimpin Indonesia sesuai sikap Prabowo asli, bukan Prabowo yang sudah “terkontaminasi”.

Para pengeritik Prabowo (pendukung Prabowo asli) umumnya adalah pendukung loyal sejak 2009, bukan bunglon, bukan pengejar jabatan, dan yang pasti bukan Jokower.

Para pendukung/penikmat kekuasaan Presiden Prabowo, sebagian adalah pendukung Prabowo asli, tapi banyak juga para pengejar jabatan, oportunis, bunglon, bahkan tidak sedikit adalah para pemaki Prabowo asli selama lebih 10 tahun.

Baca juga :   Kinerja Buruk, Investasi Telkomsel di GoTo Rugi Rp 6,74 Triliun

Dari analisis singkat tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar pengeritik Presiden Prabowo adalah pendukung Prabowo (asli) 24 karat. Sementara para pendukung/penikmat jabatan Presiden Prabowo sebagian (atau dominan) adalah Jokower tulen dan “pemaki” Prabowo (asli).

Pertanyaan besarnya adalah, apakah Presiden Prabowo masih berkenan memimpin Indonesia sesuai dengan Sikap Prabowo asli dan berkenan mendengarkan pengeritik Presiden Prabowo ataukah seperti yang dikatakan banyak pihak bahwa Presiden Prabowo yang terlihat sekarang adalah Prabowo asli.

Penulis masih berharap bahwa Presiden Prabowo masih bisa kembali ke aslinya sesuai dengan yang dituliskan dalam buku dan berbagai pidato. Wallahu a’lamu bishawab. (*)

M Said Didu;
Penulis adalah Pegiat Sosial dan Doktor Ekonomi IPB Bogor.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *