INDOSatu.co – BERLIN – Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, tidak mempermasalahkan jika Amerika Serikat (AS) telah menangguhkan rencana untuk mengerahkan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk di Jerman. Wadephul menegaskan bahwa, langkah tersebut tidak akan melemahkan daya pencegahan NATO di Eropa.
“Saya sama sekali tidak ragu bahwa akan ada pengurangan kemampuan pencegahan konvensional NATO di Eropa,” kata Johann Wadephul kepada wartawan dilansir Anadolu Agency dalam konferensi pers di Athena, ibu kota Yunani. “Namun, hal itu akan diimbangi dengan satu atau lain cara,” ujarnya.
Wadephul menjawab pertanyaan tentang keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik 5.000 tentara AS dari Jerman dan laporan bahwa pemerintah telah menunda rencana untuk menempatkan rudal jarak jauh di negara itu sebagai pencegahan terhadap Rusia.
“Kita tidak boleh melebih-lebihkan langkah-langkah individual,” kata menteri tersebut, seraya berpendapat bahwa pengurangan pasukan tersebut sudah diperkirakan sebagai bagian dari tinjauan postur pertahanan global AS.
Wadephul juga mengatakan bahwa rencana pengerahan rudal jarak jauh AS hanya dimaksudkan sebagai “langkah sementara” sampai Eropa mengembangkan kemampuan serupa.
“Pertama-tama, kami akan berupaya melakukan dialog erat dengan Amerika Serikat untuk menentukan keputusan apa yang telah dibuat secara definitif dan pilihan apa yang harus kami pertimbangkan,” katanya. “Dan kedua, kita harus melihat ini sebagai seruan baru untuk mengembangkan dan menyediakan kemampuan kita sendiri dengan lebih cepat. Tidak ada jalan lain.”
Ketegangan antara pemerintah Jerman dan pemerintahan Trump meningkat pekan lalu setelah Kanselir Friedrich Merz mengkritik Amerika Serikat karena tidak memiliki “strategi keluar” dalam perang melawan Iran dan mengatakan bahwa warga Amerika “dipermalukan” oleh rezim Iran selama pembicaraan.
Merz juga meragukan penyelesaian konflik yang cepat, dengan mengatakan: “Jelas sekali Iran lebih kuat dari yang diperkirakan, dan Amerika Serikat juga jelas tidak memiliki strategi yang benar-benar meyakinkan dalam negosiasi.”
Trump menanggapi di media sosial, mengatakan Merz “tidak tahu apa yang dia bicarakan.” Pentagon kemudian mengumumkan akan menarik 5.000 tentara dari Jerman, dan Trump mengatakan pengurangan yang lebih besar akan segera terjadi.
Media AS juga melaporkan bahwa pemerintahan Trump berencana untuk membatalkan keputusan yang diumumkan oleh Presiden Joe Biden pada tahun 2024 untuk mengerahkan batalion dengan senjata Tomahawk jarak jauh ke Jerman sebagai pencegahan terhadap Rusia. (*)



