INDOSatu.co – LAMONGAN – Kabupaten Lamongan kembali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara event tingkat nasional. Kali ini kegiatan Expo dan Rapat Kerja Nasional (Extranas) Madrasah Aliyah plus Keterampilan dan MAKN Ke-8 Tahun 2026 yang digelar di MAN 1 dan Sport Center Lamongan mulai 10-13 September mendatang.
Mengusung tema ‘Berdaya Saing Global, Berkarakter Lokal’, Extranas ke-8 ini dibuka secara langsung oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Amien Suyitno, didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Kepala Kantor Kemenag Lamongan Muhlisin Mufa, dan pejabat terkait.
Guna memeriahkan acara tersebut, beragam lomba baik offline maupun online juga telah dipersiapkan untuk dapat melatih skill peserta lomba. Takn heran jika acara tersebut berlangsung meriah.
Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Amien Suyitno, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan Sunan Drajat sebagai pedoman bagi peserta Extranas ke-8. “Kota Lamongan ini bumi yang menggambarkan religiusitas yang tinggi, Pak Bupati tadi mengingatkan Madrasah dengan segala kelebihannya basisnya adalah religiusitas,” kata Amien.
Pesan dari Waliyullah Sunan Drajat yang juga dikenal dengan Raden Qosim, kata Amien, ada empat. Pertama, berikan tongkat bagi orang yang buta, berikan payung pada orang yang kehujanan, berikan makan pada orang yang kelaparan, dan keempat berikan pakaian pada orang yang tidak berpakaian.
”Artinya, Madrasah harus memiliki soft skill dan ketrampilan dalam segala hal, menjadi pencerah, dan memiliki kepedulian sosial,” pesan Amien.
Menjadi tuan rumah, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Kementerian Agama Republik Indonesia yang menjadikan Lamongan sebagai tempat penyelenggaraan Extranas ke-8 tahun 2026. Dikatakan bupati, kepercayaan ini tentu akan menjadi spirit untuk terus memperkuat sumber daya manusia dan kesalehan sosial di Kabupaten Lamongan.
“Kami berharap Extranas ke-8 ini menjadi ruang untuk knowledge sharing, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan juga menemukan best practice dari berbagai Madrasah di seluruh Indonesia. Semoga pertemuan ini juga memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah dalam semangat memajukan pendidikan,” ucapnya.
Extranas yang dilakukan setiap 2 tahun sekali ini merupakan program KKMA (Kelompok Kerja Madrasah Aliyah) plus keterampilan se-Indonesia. Pada Extranas ke-8 ini kurang lebih 137 lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia, dengan total peserta 1.798 peserta dari 19 provinsi.
”Sebagai kepala daerah, saya menghaturkan sugeng rawuh dan semoga selama kegiatan berlangsung, bisa menghasilkan hal-hal yang baik demi kemajuan Madrasah,” pungkas Buptai Yuhronur. (*)






