INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bergerak cepat, ditengah mempersiapkan diri untuk pembukaan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) sebagai bagian dari penguatan institusi di bidang pendidikan keguruan dan olahraga.
Rencana tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., dalam wawancara yang berlangsung di Ruang Rektorat Gedung AR Fachruddin A, Kamis (8/1).
Zuly menjelaskan bahwa, pembukaan Prodi PKO sejalan dengan perubahan nomenklatur fakultas, dari Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB) menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Perubahan ini membuka ruang yang lebih luas bagi UMY untuk menghadirkan berbagai program studi kependidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
“Ke depan, nama fakultasnya bukan lagi Fakultas Pendidikan Bahasa, tetapi menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dengan demikian, UMY memiliki ruang untuk membuka berbagai program studi keguruan, termasuk Pendidikan Kepelatihan Olahraga,” ujar Zuly.
Ia menambahkan bahwa salah satu latar belakang utama pembukaan Prodi PKO adalah masih terbatasnya perguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan kepelatihan olahraga secara formal. Saat ini, hanya segelintir kampus, di antaranya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang memiliki program studi tersebut.
“Prodi Kepelatihan Olahraga itu masih sangat sedikit, mungkin baru sekitar empat perguruan tinggi. Padahal, kebutuhan akan pelatih olahraga profesional sangat besar. Menjadi pelatih juga harus melalui pendidikan formal, tidak cukup hanya mengikuti kursus,” tegasnya.
Melalui Prodi PKO, UMY berupaya menghadirkan jalur pendidikan formal bagi calon pelatih olahraga agar memiliki kompetensi akademik, pedagogik, serta sertifikasi yang kuat dan diakui secara profesional.
Prodi PKO UMY dirancang dengan berbagai pilihan konsentrasi cabang olahraga yang dapat dipilih mahasiswa sesuai minat dan kebutuhan industri olahraga. Beberapa konsentrasi yang direncanakan antara lain sepak bola, bola basket, renang, serta cabang olahraga lainnya.
Skema tersebut diharapkan mampu mencetak pelatih-pelatih profesional yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki landasan keilmuan dan kemampuan pedagogik yang kuat.
Terkait sumber daya manusia, Zuly menyampaikan bahwa pada tahap awal UMY akan melakukan rekrutmen dosen dari luar institusi yang memiliki keahlian khusus di bidang kepelatihan olahraga. Langkah ini ditempuh karena saat ini UMY belum memiliki dosen dengan latar belakang kepelatihan olahraga secara spesifik.
“Untuk dosen, memang akan kami rekrut dari luar karena saat ini belum ada dosen khusus kepelatihan olahraga di UMY. Selanjutnya, tentu akan kami siapkan penguatan sumber daya manusia secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi sarana dan prasarana, kegiatan perkuliahan Prodi PKO direncanakan akan dipusatkan di Gedung E8 UMY, yang dinilai representatif untuk mendukung proses pembelajaran akademik maupun praktik lapangan.
Zuly menegaskan bahwa pembukaan Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga akan dilakukan secepatnya setelah seluruh proses administrasi dan perizinan rampung. Kehadiran prodi ini diharapkan menjadi kontribusi nyata UMY dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga nasional.
Dengan hadirnya Prodi PKO, UMY menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat perannya dalam mencetak tenaga pendidik dan pelatih olahraga yang profesional, kompeten, dan berdaya saing. (*)




