Menlu Negara Arab Kumpul di Oman, Presiden Iran: Bahas Rute di Hormuz

  • Bagikan
GAGAL CAPAI TUJUAN: Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, para menlu negara Arab akan menggelar pertemuuan di Oman mambahas rute di Selat Hormuz.

INDOSatu.co – NEW DELHI – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi bahwa menteri luar negeri dari negara-negara Arab akan bertemu di ibu kota Oman, Muscat, pada hari Senin. Mereka akan menandatangani perjanjian yang menetapkan jalur pelayaran bersama Iran-Oman melalui Selat Hormuz. 

“Minggu ini, pada hari Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat untuk menandatangani perjanjian yang menetapkan rute bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz dan untuk memberitahukan perjanjian tersebut kepada Organisasi Maritim Internasional,” kata Pezeshkian dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi India, India Today, yang dilansir Anadolu Agency, Ahad (13/9).

Baca juga :   Tanpa Agenda, Presiden Jokowi Kunjungi Media Center, Camp Jurnalis Liputan KTT G20

“Negara-negara yang wilayahnya digunakan oleh AS untuk melancarkan serangan terhadap kita (Iran, Red) juga akan menghadiri pertemuan ini,” tambahnya.

Mengomentari perang dengan AS dan tekanan ekonomi yang dikenakan pada Iran, Pezeshkian mengatakan Washington telah gagal mencapai tujuannya secara militer dan karena itu menggunakan langkah-langkah ekonomi.

“Mereka tidak dapat mencapai tujuan mereka melalui perang, itulah sebabnya mereka beralih ke tekanan ekonomi, tetapi kami tidak akan berhenti (ciut nyali, Red),” katanya.

Mengenai blokade angkatan laut AS terhadap Iran, presiden Iran mengatakan bahwa negaranya tidak sepenuhnya bergantung pada jalur maritim.

Baca juga :   Menhan Khalid Temui Ayatollah Ali Khamenei, Saudi-Iran Makin Mesra

“Jalur maritim jelas bukan sesuatu yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup kita, dan mereka juga tidak akan mampu mencapai tujuan mereka dengan cara ini,” katanya.

Pezeshkian mengatakan, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz ketika AS mengakhiri blokade dan serangannya.

Pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan bahwa Oman akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri regional pada hari Senin, dengan partisipasi delapan negara yang berbatasan dengan Teluk.

Baqaei mengatakan, pertemuan itu akan membahas isu-isu regional dan hasil pembicaraan Iran-Oman tentang penetapan jalur aman bagi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Baca juga :   Bentrok Thailand-Kamboja Makin Panas, 100.000 Lebih Warga Mengungsi

Dia mengatakan, Iran sedang berupaya untuk memastikan keamanan di jalur perairan tersebut, tetapi menegaskan bahwa keselamatan kapal tidak dapat dijamin selama blokade angkatan laut AS dan intervensi militer masih berlanjut.

Senin lalu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai koridor baru melalui Selat Hormuz akan ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.

Rezaei mengatakan bahwa pintu masuk dan keluar koridor yang diusulkan akan berada di bawah kendali Iran. Hingga kini belum ada konfirmasi langsung dari Oman mengenai pertemuan hari Senin itu. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *