INDOSatu.co – JAKARTA – Harapan warga Muhammadiyah memiliki lembaga perbankan sendiri akhirnya terealisasi. Bahkan, izin operasional bank yang diberi nama Bank Syariah Matahari itu sudah mendapat izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Juni 2025 lalu.
Karena izin sudah turun itulah, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh unsur Persyarikatan guna mendukung Bank Syariah Matahari tersebut.
Bank Syariah Matahari tersebut merupakan hasil transformasi dari BPRS Uhamka dan ditargetkan tumbuh menjadi bank umum syariah, tidak hanya milik warga Muhammadiyah, tetapi juga untuk umat Islam pada umumnya.
“Dengan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat mendukung pertumbuhan atas berdirinya Bank Syariah Matahari dan mengimbau kepada seluruh unsur Persyarikatan di semua tingkatan, termasuk ORTOM serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM),” demikian kutipan dalam surat resmi bernomor 124/HIM/1.0/C/2025, yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Dr H Anwar Abbas dan Sekretaris H Izzul Muslimin, dikutip Sabtu (12/7).
Dalam surat tersebut, PP Muhammadiyah meminta agar warga Persyarikatan mulai menempatkan dana pihak ketiga seperti tabungan dan deposito di Bank Syariah Matahari. Selain itu, seluruh aktivitas keuangan juga diimbau untuk dilakukan melalui bank tersebut.
Muhammadiyah juga mendorong pengelolaan transaksi keuangan kelembagaan dilayani oleh Bank Syariah Matahari, sekaligus meminta agar warga aktif berpartisipasi dalam sosialisasi dan pengembangan bank ini di wilayah masing-masing.
Langkah ini diyakini menjadi penguat ekonomi umat berbasis prinsip syariah berkelanjutan. “Langkah ini diyakini akan membawa manfaat besar bagi Persyarikatan, masyarakat sekitar, serta pengembangan nilai-nilai ekonomi syariah yang inklusif,” tulis PP Muhammadiyah dalam surat tersebut.
Bank Syariah Matahari sendiri dirancang sebagai lembaga keuangan berbasis ekosistem internal Muhammadiyah, yang meliputi jaringan 168 perguruan tinggi, 1.500 lebih rumah sakit dan klinik, ribuan sekolah, pesantren, dan koperasi.
Meski demikian, bank yang baru saja berdiri tersebut dinilai harus menjawab beberapa tantangan dan mampu bersaing dengan bank konvensi lainnya. Dukungan umat terhadap Bank Syariah Matahari menjadi modal penting bagi perkembangan dan pertumbuhan bank tersebut. (*)



