Trump dan Netanyahu Klaim Khamenei Tewas, Iran Membantah

  • Bagikan
PERANG MENTAL: Presiden AS Donald Trump (kiri) mengklaim Khamenei meninggal. Khamanei (kanan) diklaim Iran dalam posisi aman.

INDOSatu.co – TIMUR TENGAH – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal setelah serangan Israel-AS terhadap Iran.

Trump menulis dalam sebuah unggahan di Truth Social, bahwa Khamenei yang berusia 86 tahun tewas dalam serangan gabungan AS-Israel, yang dimulai pada Sabtu (28/2) pagi tersebut.

“Dia (Khamenei, Red) tidak mampu menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Canggih kami dan, karena bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang bisa dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan,” katanya di Truth Social.

Baca juga :   Menlu RI Dukung ICJ yang Putuskan Pendudukan Israel di Palestina Ilegal

“Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” katanya. “Semoga IRGC [Korps Garda Revolusi Islam] dan Kepolisian akan bergabung secara damai dengan para patriot Iran.”

Hal senada juga diklaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu mengklaim ada tanda-tanda yang semakin kuat bahwa Khamenei telah terbunuh dalam serangan yang dilakukan Israel dan AS.

Selain itu, kantor berita Reuters, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa jenazah Khamenei telah ditemukan.

Baca juga :   Balas Serangan, Iran Bersumpah Tidak akan Beri Kelonggaran Israel dan AS

Namun, kantor berita Iran, Tasnim dan Mehr, melaporkan bahwa Khamenei tetap teguh dan mantap dalam memimpin medan perang.

Dalam apa yang tampaknya merupakan tanggapan terhadap klaim tersebut, kepala humas di kantor Khamenei menuduh musuh-musuh negara itu melakukan “perang mental”.

“Musuh menggunakan perang mental, semua orang harus waspada,” kata seorang pejabat humas dilansir Al Jazeera seperti dikutip dari media pemerintah Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan kepada NBC News bahwa, sejauh yang diketahui, pemimpin tertinggi Iran, serta pejabat tinggi Iran lainnya, tetap dalam keadaan sehat.

Baca juga :   Malaysia Catat Rekor, Jebloskan Mantan PM Najib 12 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi

Serangan udara pada hari Sabtu di Iran menargetkan 24 provinsi, menewaskan sedikitnya 201 orang, menurut laporan media Iran, mengutip Bulan Sabit Merah.

Iran merespons dengan serangkaian serangan balasan, menargetkan Israel dan aset militer Amerika Serikat di seluruh Timur Tengah.

Melaporkan dari Teheran, Tohid Asadi dari Al Jazeera mengatakan bahwa sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Teheran mengenai pembunuhan Khamenei. AS dan Israel juga belum ada konfirmasi resmi terkait pemimpin kharismatik rakyat Iran tersebut. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *