INDOSatu.co – SIDOARJO – Kedatangan tokoh nasional Anies Baswedan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atau Umsida Jumat 24 April 2026 disambut meriah ribuan civitas akademika di gedung auditorium kampus tersebut. Tak hanya mahasiswa dan mahasiswi, bahkan juga para siswa SMA menyambut cucu Pahlawan Nasional AR Baswedan ini dengan antusias.
Saat mengunjungi Umsida, kedatangan Anies dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen melalui Kuliah Umum. Mereka antusias bertanya, sementara Anies menjawab pertanyaan pertanyaan dengan sangat runtut.
“Lebih baik mendadak datang, daripada mendadak batal. Terima kasih bisa silaturahmi dan tukar pikiran di Umsida. Jadilah mahasiswa yang aktif di luar dan di dalam kelas, sehingga potensi Anda berkembang. Apalagi kalau sibuknya menunjang proses pembelajaran secara langsung, Anda punya bekal. Anda bisa santai santai di rumah, tapi Anda memilih hadir kuliah umum di sini,” ujar Anies.
Anies mengatakan, pemimpin dan syarat disebut pemimpin bila punya pengikut secara sukarela. Pemimpin yang diikuti ujaran dan tindakannya. Kepemimpinan transformatif beda dengan kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan transformatif bisa memberi inspirasi dan menggerakkan.
”Karena ada yang punya jabatan, tapi tidak punya kepemimpinan. Cirinya sederhana. Lepas jabatan, lepas pengikutnya,” ujar Anies.
Kenapa seseorang diikuti? “Karena amanah, bisa dipercaya, sehingga mau ikut secara sukarela. Kalau membayar itu transaksi,” ujar Anies.
Anies menceritakan ketika bertugas di Kemdikbud, dia bertanya ke mana harus benchmarking. Ada yang menjawab negara negara maju. Anies menjawab negara negara itu kurang kompleks untuk dijadikan studi banding dibandingkan Indonesia. Lantas dipilihlah India.
“Kursi kayunya, fasilitas kelas rasanya seperti tahun 1970 atau 1980 an. Tapi begitu masuk perpustakaan tidak kalah dengan MIT. Uang kita di pendidikan sering dipakai untuk hal yang tidak substantif, tapi fasilitas yang kosmetik,. Kalau mau maju fokusnya di-substansi, jangan fokus di hal yang artifisial,” ujar Anies.
Kalau transaksional, dikasih duit orang baru bergerak. Tapi transformasional leadership, rumusnya Trust adalah Competence ditambah Integrity ditambah Intimacy atau kedekatan dengan faktor pengurang Self Interest kalau kepentingan pribadi atau T=C+I+I-SI,” papar Anies.
Kalau bicara gagasan, kata Anies, juga harus bisa merumuskan gagasan dan membangun narasi yang menggerakkan. Tetapi harus ditopang kepercayaan. Fakta dan data diberi narasi yang tepat, akan membangkitkan kesadaran dan menggerakkan dalam bentuk karya dari orang banyak.
”Itulah narasi yang dibangun para pendiri republik ini. Surabaya ini tempatnya. Ada Bung Tomo yang pidato di radio dan ribuan orang mengikuti,” kata Anies.
Anies Baswedan juga disambut rektor dan wakil rektor serta segenap jajaran di Umsida di ruang rektorat serta diminta untuk menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan calon mahasiswa Umsida melalui rekaman video. Tokoh nasional itu pun dijamu makan siang oleh jajaran rektorat Umsida yang menyambutnya dengan hangat. (*)




