Gelar Konpers, JK di UGM hanya Bicara Perdamaian, bukan Penistaan

  • Bagikan
BUKA SUARA: Mantan Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (kiri) menjelaskan materi dan isi ceramahnya di UGM yang belakangan menjadi viral dalam Konferensi Pers yang digelar di kediamannya, Sabtu (18/4).

INDOSatu.co – JAKARTA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) buka  buka suara terkait isi ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadhan 1447 Hijriah pada awal Maret 2026. JK dalam ceramahnya hanya membicarakan perdamaian dan tidak melakukan penistaan agama.

“Acara di UGM itu, acara ceramah pada bulan puasa, seperti dilakukan di mana-mana, di masjid. Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah ke perdamaian,” ujar JK, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4).

JK juga menjelaskan, bahwa dalam ceramah tersebut, dirinya membahas mengenai perdamaian yang merupakan akhir dari sebuah konflik. Dengan demikian, JK mengatakan sempat membahas sejumlah konflik di dunia, termasuk 15 konflik di Indonesia.

Baca juga :   Negara Besar Saja Dikalahkan, JK: Jangan Anggap Remeh Taliban

“Ada konflik karena ideologi kayak Madiun, ada konflik karena wilayah kayak Timtim (Timor Timur), ada konflik karena ekonomi kayak di Aceh. Saya jelaskan satu per satu,” katanya.

Selain itu, JK mengatakan sempat membahas konflik di Indonesia yang terjadi karena agama, seperti di Maluku dan Poso.

Saat membahas hal tersebut, JK menjelaskan bahwa kedua belah pihak yang berkonflik memiliki konsep terkait mati karena membela agama. Konsep tersebut dalam Islam dikenal dengan syahid, sementara pada Kristen dinamakan martir.

Baca juga :   Gus Nadir Minta PBNU Netral, Gus Ipul: Dukungan Pengurus Tak Catut Organisasi

“Saya berada di masjid dan jamaah tidak mengerti martir. Jadi, saya katakan, ya karena hampir sama, syahid dan martir hampir sama. Cuma beda caranya,” ujarnya.

“Jadi, hanya istilah saja, tetapi karena saya di masjid, maka saya pakai kata syahid. Karena kalau saya pakai kata martir, jamaah tidak tahu,” katanya melanjutkan.

Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa ceramah tersebut disampaikan agar calon pemimpin bangsa tidak menjadikan agama sebagai sumber konflik.

Baca juga :   Beredar Isu Terlibat Konspirasi Kecurangan Pemilu, Komisi X DPR RI: ITB Perlu Klarifikasi

“Jangan sekali-sekali agama dipakai untuk berkonflik, jangan! Anda calon-calon pemimpin, calon-calon pemimpin semua ini,” katanya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla berceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026 atau dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah. Ceramah tersebut bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar. Namun demikian, ceramah tersebut menjadi viral pada pertengahan April 2026.

JK bahkan dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya atas ceramahnya tersebut, terutama terkait pernyataan mati syahid. DPP GAMKI melaporkan JK pada 12 April 2026. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *