Lamongan Masih yang Terbesar, Bupati Yes: Ketersediaan Sapi di Jatim

  • Bagikan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (dua dari kiri) mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Peternakan Sapi Suparto, di Kecamatan Kedungpring, Ahad (24/5).

INDOSatu.co – L:AMONGAN – Kabupaten Lamongan ditahbiskan sebagai daerah dengan ketersediaan ternak sapi terbesar di Jawa Timur. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kesiapan hewan kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah, di Peternakan Pak Suparto, Kedungpring, Ahad (24/5).

Mendampingi Gubernur Khofifah, Bupati Lamongan Yuhronur mengungkapkan, populasi sapi di Kabupaten Lamongan saat ini mencapai 108.792 ekor. Dari jumlah tersebut, ketersediaan sapi untuk kebutuhan kurban tahun 2026 sebanyak 8.983 ekor, atau melebihi proyeksi kebutuhan kurban yang diperkirakan mencapai 6.500 ekor.

“Lamongan masih menjadi salah satu daerah dengan ketersediaan sapi terbesar di Jawa Timur. Insyaallah kebutuhan hewan kurban aman dan tercukupi,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu.

Baca juga :   Tantangan Bencana Makin Komplek, Lamongan Lakukan Mitigasi Hidrometeorologi

Selain sapi, Lamongan juga memiliki populasi kambing sebanyak 101.496 ekor dengan ketersediaan untuk kurban mencapai 23.000 ekor, melebihi proyeksi kebutuhan sebesar 20.000 ekor. Sedangkan populasi domba mencapai 91.571 ekor dengan ketersediaan 18.000 ekor dari proyeksi kebutuhan 10.000 ekor.

Selanjutnya, orang nomor satu di Kota Soto menyampaikan bahwa, untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi aman dan sehat, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan terus melakukan berbagai langkah pengawasan dan pencegahan penyakit ternak.

Di antaranya, kata Bupati Yes, yakni melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di lokasi penjualan hewan kurban, baik di kandang peternak, lapak pinggir jalan, maupun pasar hewan. Selain itu, juga dilakukan pemantauan lalu lintas ternak guna memastikan hewan yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau Surat Veteriner (SV).

Baca juga :   Terima Kaskogartap III/Surabaya, Bupati Yes: Selama Ini Harmonis

“Vaksinasi rutin juga terus dilakukan sebagai langkah pencegahan penyakit menular, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kami juga melakukan desinfeksi area pasar hewan dan sosialisasi kepada peternak terkait pencegahan serta pengendalian penyakit hewan,” terang Pak Yes.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada para peternak Lamongan yang mampu menjaga ketersediaan hewan kurban di tengah tingginya permintaan masyarakat.

Menurut Khofifah, tingginya penjualan hewan kurban menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat yang semakin baik serta tingginya semangat berkurban masyarakat.

Baca juga :   Turba, Bupati Lamongan Resmikan 4 Ruas Jalan, PSAB dan Sarana Pendidikan-Kesehatan

“Ini masih tanggal 7 Dzulhijah, jadi potensi penjualan masih terus ada. Terlebih Lamongan adalah daerah dengan ketersediaan sapi yang besar sehingga kondisi ini aman dan sehat, dan ini harus disampaikan kepada publik,” tambahnya.

Peternak Kedungpring Suparto mengungkapkan, untuk persiapan kurban tahun ini total ada 300 ekor sapi yang disiapkan. Sekitar 70 persen telah terjual ke berbagai daerah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo hingga luar Jawa.

Peternak juga mengaku terbantu dengan berbagai program pemerintah seperti vaksinasi gratis, bantuan bibit penggemukan, hingga dukungan pemasaran yang membuat penjualan mampu menjangkau hingga Palangkaraya.

“Memang ada peningkatan biaya produksi, tapi harga jual juga meningkat. Kami sangat terbantu dengan vaksin gratis dari pemerintah,” pungkas Suparto. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *