INDOSatu.co – LAMONGAN – Rangkaian Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 di Kabupaten Lamongan ternyata masih berlangsung dengan fokus memperkuat sektor peternakan menuju swasembada protein hewani.
Salah satunya melalui Sarasehan Penguatan Peternakan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), sekaligus memperingati World Rabies Day di Pendopo Lokatantra, Selasa (29/9).
Membuka sarasehan dan menjadi keynote speaker, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara mengapresiasi kolaborasi FKH Unair dalam penguatan sektor peternakan. Menurutnya, sinergi pemerintah, akademisi, peternak, tenaga kesehatan hewan, dan pelaku usaha diperlukan untuk membangun peternakan yang berdya saing dan memberikan nilai tambah.
“Terima kasih kepada Unair yang terus berkolaborasi dalam menyukseskan program peternakan di Lamongan. Melalui kegiatan ini, sinergi seluruh elemen peternakan semakin baik dan implementasi ke depan benar-benar konkret,” tutur Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham itu.
Mas Dirham menyebut, potensi peternakan Lamongan menjadi modal penting dalam mewujudkan daerah sebagai lumbung protein. Hal ini sejalan dengan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan nasional, dengan sekitar 30 persen PDRB ditopang sektor pertanian serta menjadi salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Jawa Timur.
“Tantangan kita saat ini adalah bagaimana mempertemukan sektor pertanian dengan peternakan, terutama memanfaatkan hasil dan limbah pertanian sebagai pakan ternak, sehingga ekosistem peternakan semakin kuat,” kata Mas Dirham.
Tercatat, populasi ternak di Kota Soto meliputi 108.792 ekor sapi, 99.153 kambing, 89.343 domba, 29.430.628 ayam pedaging, 1.335.399 ayam bukan ras, 479.408 ayam petelur, 70.875 itik, dan 234.832 entok.
“Potensi yang besar ini menjadi daya tarik untuk terus dikembangkan. Kita ingin peternakan Lamongan semakin berdaya saing, menciptakan nilai tambah, sekaligus memperkuat kesehatan hewan menuju Lamongan sebagai lumbung protein,” ungkap Mas Dirham.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan Shofiah Nurhayati menjelaskan, Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan dilaksanakan Agustus hingga September dengan tema “Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur”. Rangkaian ini sekaligus memperingati World Rabies Day dengan tema “Stronger Together”, yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama FKH Unair.
“Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peternakan, tetapi juga kesehatan hewan dan pencegahan penyakit zoonosis. Kolaborasi bersama Unair diharapkan memperkuat pendampingan, edukasi, dan inovasi di tingkat peternak,” terang Shofiah.
Sebelumnya, rangkaian dimeriahkan dengan kegiatan diisi lomba mewarnai yang diikuti 30 anak TK, talk show zoonosis, pameran alat dan produk UMKM peternakan yang diikuti 15 peserta, serta pelatihan pengolahan produk berbahan hasil peternakan.
Sementara sarasehan hari ini membahas tentang biosecurity, kesehatan ternak, dan pembuatan pakan berbahan lokal, dengan narasumber dari FKH Unair. Yang diikuti oleh peternak milenial, kelompok ternak KLUNTING, peternak unggas, medik veteriner, dan paramedik.
Rangkaian yang akan dilaksanakan berikutnya ialah pendampingan kelompok ternak itik di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, yang direncanakan berlangsung selama dua tahun. Program tersebut mencakup bantuan bibit itik, subsidi, pendampingan, serta pengembangan 200 kandang.
Di bidang kesehatan hewan, rangkaian World Rabies Day turut diisi vaksinasi rabies bagi Hewan Pembawa Rabies (HPR), seperti anjing, kucing, dan monyet, yang dilaksanakan di perumahan masyarakat serta 11 Puskeswan di 11 kecamatan. (*)





