Selesai, IJD Preservasi Jalan Made-Plembon Resmi Beroperasi

  • Bagikan
BERKAH LUMBUNG PANGAN: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (tengah) meresmikan Inpres Jalan Daerah (IJD) Preservasi Jalan Made-Plembon sepanjang 2,45 km selesai pembangunannya dan resmi dioperasikan Jumat (9/1).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Inpres Jalan Daerah (IJD) Preservasi Jalan Made – Plembon sepanjang 2,45 km selesai pembangunannya dan resmi dioperasikan sebagaimana mestinya, Jumat (9/1). Beroperasinya ruas jalan tersebut ditandai dengan peresmian yang dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan.

Dalam peresmian tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, didampingi Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, dan PPK 4.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali Arfiyan Yanuardi.

Baca juga :   Mitigasi Bencana Alam, Bupati Lamongan Ajak Warga Tanam Ribuan Pohon Bambu

Program pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden ini dilaksanakan guna mempercepat peningkatan konektivitas jalan di daerah mendukung swasembada pangan, energi, kelancaran distribusi, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan.

Mendukung program pemerintah pusat, Bupati Yuhronur mengajak semua stakeholder di Lamongan untuk bersama-sama secara kolaboratif mengupayakan kerja-kerja terkait infrastruktur, sehingga terus menjadi lebih baik dan merata.

“Adanya preservasi jalan ini diharapkan akan dapat bermanfaat untuk sektor pertanian, sektor transportasi lainnya karena jalan ini juga dilewati Transjatim. Infrastruktur ini terus mengalami dinamika, dan kita terus-menerus berupaya supaya semuanya bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan ini benar-benar memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di Kabupaten Lamongan,” harap Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan.

Baca juga :   Peringati HSN 2025, Bupati Yes Ajak Santri Padukan Intelektual-Teknologi

Tidak hanya itu. Dilaporkan PPK 4.5 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali Arfiyan Yanuardi, bahwa IJD Preservasi Jalan Made-Plembon itu memiliki kontrak cukup pendek yakni 55 hari dengan panjang 2,45 km dengan biaya senilai Rp 28 miliar.

“Kalau kita lihat memang belum tuntas, jadi ada sekitar 5,3 km, yang dapat kami dukung sementara dengan APBN baru 2,45 km jadi mungkin masih menyisakan 2 km yang kondisinya perlu di-treatment lagi. Harapannya, Jalan Made-Plembon-Sugio yang merupakan lumbung padi ini dapat diusulkan kelanjutannya,” kata Arfiyan.

Baca juga :   Hari Jadi ke-453 Lamongan, Momentum Tumbuhkan Spirit Membangun yang Kolaboratif

Arfiyan berharap, semoga hasil proyek ini dapat dijaga bersama dan tentunya dapat berfungsi untuk meningkatkan konektivitas antara Made-Plembon dan Sugio yang memang menjadi lumbung padi nasional. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *