INDOSatu.co – BUKARES – Rumania gonjang-ganjing. Hal itu terjadi karena Perdana Menteri Rumania, Ilie Bolojan, digulingkan pada Selasa setelah parlemen mengesahkan mosi tidak percaya terhadap pemerintahannya.
Pemerintahan Ilie Bolojan diberhentikan setelah para anggota parlemen melakukan pemungutan suara dengan mengadopsi mosi tersebut sebanyak 281 suara. Demikian dilaporkan stasiun televisi Antena 3 CNN.
Dilansir Anadolu Agency, saat berbicara dalam debat menjelang pemungutan suara, perdana menteri Bolojan menyebut mosi tidak percaya tersebut “palsu, sinis, dan artifisial.” Bolojan murka jabatannya dicopot secara sepihak.
Bolojan mengatakan, negara-negara yang menghadapi berbagai krisis harus berupaya untuk mengkonsolidasi pemerintahan daripada menggantinya. Karena itu, dia mengaku kecewa dengan sikap parlemen.
Partai Sosial Demokrat (PSD) memainkan peran penting dalam pengesahan mosi tersebut. Bersama dengan Aliansi untuk Persatuan Rumania (AUR), partai ini mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan mengajukan mosi kecaman bersama terhadap pemerintah.
Ketegangan meningkat antara mantan mitra koalisi, dengan PSD menjauhkan diri dari pemerintah dan para menterinya mengundurkan diri. Hingga kini masih belum jelas apa yang melatari mosi tidak percaya terhadap PM itu.
Pengunduran diri para menteri tersebut mengindikasikan bahwa internal pemerintahan Bolojan sedang tidak baik-baik saja. Ada masalah krusial yang tidak bisa dicarikan solusinya.
Bolojan mengkritik langkah tersebut, menuduh PSD menggoyahkan pemerintahan tanpa menyajikan rencana pemerintahan alternatif. Hingga kini, Bolojan belum merespon mosi tidak percaya parlemen tersebut.
Rumania merupakan negara berkembang atau negara dengan ekonomi berkembang yang penduduknya berpenghasilan menengah ke atas, meskipun sering dianggap berada di ujung atas kategori ini.
Sebagai anggota Uni Eropa sejak 2007, Rumania mengalami pertumbuhan ekonomi lumayan bagus, tetapi masih memiliki kesenjangan infrastruktur dan pendapatan dibandingkan negara-negara maju Eropa Barat lainnya. (*)



