Terus Tangani Upaya Percepatan Penanganan Banjir di Lamongan

  • Bagikan
CARI SOLUSI: Bupati Lamongan YUhronur Efendi (paling kiri) saat menghadiri audiensi terkait upaya penanganan banjir di wilayahnya di kantor BMKG Jawa Timur, Rabu (11/3).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan berbagai langkah percepatan penanganan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Kota Soto. Salah satunya melakukan koordinasi dan sinergi lintas pemerintah dengan menghadiri audiensi bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan BMKG Provinsi Jawa Timur, di Kantor BMKG Juanda Surabaya, Rabu (11/3).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membahas langkah-langkah konkret dan optimal dalam penanganan genangan air, khususnya di kawasan terdampak banjir di Kabupaten Lamongan.

Dalam paparannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyampaikan bahwa, banjir di wilayah Lamongan telah berlangsung kurang lebih selama empat bulan dan berdampak pada 44 desa di lima kecamatan. Bahkan di beberapa titik, ketinggian air masih mengalami peningkatan.

Baca juga :   Implementasikan SE Mendagri, Bupati Lamongan Terapkan Efisiensi Energi

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena air di wilayah terdampak belum dapat mengalir keluar secara maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh tinggi muka air laut maupun Bengawan Solo yang masih lebih tinggi dibandingkan aliran sungai di kawasan tersebut, sehingga memperlambat proses surutnya genangan.

Sebagai upaya percepatan penanganan, Bupati Yes memohon dukungan dan arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayah Lamongan, khususnya pada kawasan dengan genangan air yang cukup tinggi.

Baca juga :   Sambut Hari Jadi ke-347 Bojonegoro, Pj. Bupati Adriyanto Ziarah Spiritual ke Makam Leluhur

“Kami memohon arahan dan petunjuk agar modifikasi cuaca dapat dilakukan di Kabupaten Lamongan, khususnya di wilayah yang genangannya cukup tinggi, sehingga upaya yang kami lakukan dapat membantu memperbaiki kondisi dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih nyaman,” tutur Pak Yes.

Kepala BMKG Provinsi Jawa Timur Taufiq Hermawan menjelaskan, berdasarkan arahan Gubernur Jawa Timur, operasi modifikasi cuaca direncanakan mulai dilaksanakan pada 16 Maret mendatang. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.

Ia menambahkan, pelaksanaan modifikasi cuaca akan tetap mempertimbangkan dinamika atmosfer yang terus dipantau oleh BMKG. Apabila kondisi atmosfer memungkinkan, operasi modifikasi cuaca juga akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Lamongan untuk membantu mengurangi intensitas curah hujan.

Baca juga :   Destinasi Wisata Pantura Lamongan Paling Diminati saat Libur Lebaran 2025

Sementara itu, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BMKG Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya informasi cuaca yang akurat sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi dan penanganan bencana secara tepat dan terukur.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BPBD, serta BMKG, diharapkan berbagai langkah percepatan penanganan yang direncanakan dapat segera terealisasi.

Dengan demikian, kondisi genangan banjir di wilayah Lamongan, khususnya di kawasan Bengawan Jero, dapat berangsur membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara aman dan produktif. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *