INDOSatu.co – LAMONGAN – Melepas kuliah kerja nyata (KKN) yang dilaksanakan di Lamongan oleh 8 perguruan tinggi (PT), Pemkab Lamongan memfasilitasinya dengan menggelar kegiatan KKN Megilan Expo yang dipusatkan di Pendopo Lokatantra, Rabu (5/8).
Saat menghadiri kegiatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi merasa bahagia dapat mengetahui hasil karya dan inovasi yang telah dilakukan mahasiswa di Lamongan. Dari berbagai karya dan inovasi yang dimunculkan, Pak Yes, sapaan akrabnya, tertarik untuk mengadopsi Gerakan Biopori dalam waktu dekat ini.
Menurut Pak Yes, adanya biopori dipandang perlu untuk mencegah banjir, mengurangi genangan, dan menyimpan cadangan air di musim kemarau. Pak Yes meminta agar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lamongan membuat desain kegiatan Gerakan Biopori yang dapat dikerjasamakan dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa.
“Saya memandang perlu biopori. Untuk itu saya minta nanti ada Gerakan Biopori dalam waktu dekat. Bapperida supaya didesain kegiatan apakah itu sejuta biopori, atau 100.000 biopori, atau minimal 1000 biopori,” kata Pak Yes.
Ke depan, kata Pak Yes, pihaknya akan melaksanakan serentak yang bisa dikerjakan bersama-sama, untuk menyiapkan biopori, alat, yang pelaksanaannya bisa dari para mahasiswa ataupun dari universitas yang bersangkutan, bisa difokuskan di Kecamatan Sarirejo yang hari ini banyak kekurangan air.
Tidak hanya itu, Yes juga memuji semua karya luar biasa yang telah dihasilkan mahasiswa, dimana sebelumnya hal-hal ini belum pernah terpikirkan oleh pemerintah daerah. Karena itu, Pak Yes mengajak semua pihak untuk terus menjaga keberlanjutan dan memelihara inovasi yang telah dibuat.
“Setelah dipaparkan tadi ya luar biasa, memang ada yang tidak terpikirkan selama ini. Setidaknya telah menjadi karya-karya, yang itu nanti merupakan satu inspirasi bahwa dari sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau sesuatu yang sudah ada bisa menjadi produk-produk, menjadi satu kebiasaan masyarakat, menjadi suatu inovasi yang baru, yang apabila itu di maintenance, di create yang baik, akan menjadi satu karya yang luar biasa yang berguna bagi kami dan masyarakat,” kata Pak Yes.
Kepala Bapperida Lamongan Sujarwo melaporkan bahwa, kegiatan KKN yang dilaksanakan sejak Juli hingga Agustus 2026 ini diikuti oleh 8 perguruan tinggi, yakni Universitas Airlangga sebanyak 209 mahasiswa yang tersebar di 4 kecamatan 22 desa, Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan sebanyak 614 mahasiswa di 6 kecamatan 26 desa, dan Universitas Islam Lamongan sebanyak 455 di 1 kecamatan 17 desa.
Selain itu, UIN Sunan Ampel Surabaya 810 mahasiswa di 3 kecamatan 54 desa, Universitas Brawijaya 117 mahasiswa di 3 kecamatan 7 desa, Universitas Muhammadiyah Lamongan 470 mahasiswa di 2 kecamatan 27 desa, Universitas Negeri Malang 65 mahasiswa di 3 kecamatan 5 desa, dan UPN Veteran Jawa Timur sebanyak 480 mahasiswa di 1 kecamatan 16 desa.
“Kami berharap berbagai inovasi produk unggulan dan program kerja yang ditampilkan dari berbagai Universitas dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah Kabupaten Lamongan,” kata Sujarwo.
Terutama, kata Sujarwo, berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa dalam peningkatan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan itu tergolong baru pertama kali dilakukan, dengan harapan akan mengetahui hasil karya para mahasiswa yang selanjutnya nanti mungkin akan ditindaklanjuti dari pemerintah Kabupaten Lamongan. (*)





