INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemkab Lamongan melakukan gerak cepat. Mengantisipasi gagal panen, pemerintah setempat melakukan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) Wereng Batang Coklat (WBC) serentak di sembilan belas kecamatan.
Kegiatan tersebut menggunakan drone bantuan dari Kementerian Pertanian RI yang dipusatkan di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Rabu (8/7) Selain mengantisipasi gagal panen, dilaksanakannya Gerdal OPT WBC juga menjadi langkah strategis dalam menjaga status Lamongan sebagai lumbung pangan di Provinsi Jawa Timur.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pengendalian secara serentak menjadi kunci memutus penyebaran wereng batang coklat yang saat ini telah teridentifikasi di sembilan belas kecamatan.
“Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan gerakan pengendalian hama terpadu secara serentak di sembilan belas kecamatan di Lamongan. Karena yang sudah terpapar wereng batang coklat ada di sembilan belas kecamatan, maka pengendaliannya juga harus dilakukan secara bersama-sama,” tutur Bupati Yuhronur.
Langkah tersebut, kata Pak Yes, sapaan akrabnya, sekaligus menjadi upaya mempertahankan capaian sektor pertanian Lamongan yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan nasional.
Kabupaten Lamongan memiliki total luas lahan pertanian mencapai 103.483 hektare, dengan 95.745 hektare lahan baku sawah yang terdiri atas 53.057 hektare sawah tadah hujan dan 42.688 hektare sawah irigasi, serta 7.773 hektare lahan bukan sawah.
Potensi tersebut, ungkap Pak Yes, mengantarkan Lamongan menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur. Berdasarkan angka dari BPS Jawa Timur tahun 2025, produksi padi Lamongan mencapai 904.928 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau sekitar 950 ribu ton, menjadikan Kabupaten Lamongan sebagai produsen padi nomor satu di Jawa Timur.
Menurut orang nomor satu di Kota Soto itu, guna mempertahankan capaian tersebut membutuhkan kewaspadaan terhadap ancaman organisme pengganggu tanaman. Berdasarkan data lapangan periode 1 Juni hingga 3 Juli 2026, luas areal waspada serangan WBC di Lamongan telah mencapai 2.186,88 hektare yang tersebar di sembilan belas kecamatan, dengan populasi berkisar 10 hingga 20 ekor per rumpun.
Jika tidak segera dikendalikan, kata Pak Yes, wereng batang coklat berpotensi berkembang hingga tiga generasi dalam satu musim tanam dan menyebabkan kerusakan tanaman dan gagal panen.
Sembilan belas kecamatan tersebut adalah, Kecamatan Sugio, Karangbinangun, Glagah, Sukodadi, Laren, Karanggeneng, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Kedungpring, Sekaran, Pucuk, Babat, Modo, Maduran, Turi, Kalitengah, dan Kecamatan Deket.
Turut hadir mengikuti Gerdal OPT WBC, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pertanian RI Mujiburrahman. Dia menyampaikan bahwa, pemerintah pusat terus mengintervensi sektor pertanian melalui bantuan sarana dan prasarana agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dalam mendukung swasembada pangan nasional.
”Dan Kabupaten Lamongan menjadi atensi karena semua tahu bahwa Lamongan merupakan salah satu lumbung pangan nasional di Provinsi Jawa Timur,” kata Mujiburrahman. (*)





