IRGC Sukses Hantam Kapal Induk; Rusak Berat dan Tinggalkan Area Perang

  • Bagikan
GAMPANG DITEMBUS: Kapal Induk USS Abraham Lincoln menampakkan kepulan asam tebal setelah dihantam beberapa rudal balistik oleh pasukan IRGC. Kini kapal induk tersebut menjauhi perairan Iran untuk mengungsi agar lebih aman.

INDOSatu.co – TEHERAN – Kekuatan militer Amerika Serikat (AS) makin rapuh setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran berhasil menghantam sebuah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut AS dengan rudal balistik. Kini kedua kapal perang itu mengalami kerusakan dan menghindari dari wilayah perairan Iran.

Menurut IRGC dalam pernyataannya pada Ahad (6/6) dini hari waktu setempat, yang dipublikasikan oleh kantor berita IRNA, serangan rudal ke arah kedua kapal perang AS itu dilakukan oleh unit pasukan dirgantara. Belakangan dikabarkan bahwa kapal induk yang dimaksud adalah USS Abraham Lincoln.

Mereka mengklaim kapal-kapal AS tersebut telah mengganggu kapal-kapal Iran dan terlibat dalam blokade maritim. Kedua kapal perang tersebut dilaporkan meninggalkan “area pertempuran” setelah mengalami kerusakan.

IRGC juga menyampaikan bahwa Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) telah mengakui bahwa dua kapal perang Angkatan Laut mereka menjadi sasaran serangan, yang mereka sebut sebagai konfirmasi atas keberhasilan operasi tersebut. Selain itu, IRGC juga memperingatkan bahwa tindakan militer AS yang berlanjut akan memicu respons yang “lebih berat” dari angkatan bersenjata Iran.

Baca juga :   PRT Dianiaya, “Tuduh Dirasuki Hantu”, Dubes Malaysia Akan Tuntut ke Pengadilan

Sebelumnya pada Sabtu (5/9), Angkatan Laut IRGC menyatakan pihaknya telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan tiga kapal yang terafiliasi dengan AS di lokasi lain sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap kapal-kapal tanker Iran.

Sementara itu, CENTCOM menyatakan bahwa Iran meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS yang sedang berpatroli di perairan regional, tetapi kedua kapal tersebut berhasil menghindari serangan dan tidak ada personel Amerika yang terluka.

CENTCOM menambahkan bahwa, pasukan AS setelahnya menyerang tiga kapal tanker minyak mentah milik Iran. Konflik antara kedua pihak terus berlanjut sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari.

Baca juga :   Delta Menyebar 92 Negara. Pendemi Mengerikan Mengancam

CENTCOM juga menyatakan pasukannya menyerang dan melumpuhkan tiga kapal tanker minyak mentah Iran setelah IRGC meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS di perairan regional.

Dalam pernyataan yang dibagikan melalui X, CENTCOM mengatakan sebuah kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali berhasil menghindari sejumlah serangan Iran.

Menurut pernyataan itu, pasukan AS melumpuhkan secara permanen kapal tanker M/T Downy di lepas pantai Pulau Kharg dan M/T Stark 1 di dekat Jask. Pasukan AS juga menghancurkan kapal tanker M/T Kylo yang tidak membawa muatan, yang juga dikenal sebagai “Noxen”, di Teluk Oman setelah awaknya diperintahkan meninggalkan kapal.

CENTCOM mengatakan kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari jaringan bayangan bernilai miliaran dolar yang diduga digunakan untuk mendanai IRGC dan milisi regionalnya.

“Biarkan pesan ini jelas bagi IRGC. Jika Anda menembaki dua kapal kami, kami akan memberlakukan biaya ekonomi yang lebih besar, dengan menghancurkan tiga kapal Anda,” kata Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper.

Baca juga :   Dirumorkan Meninggal, Baradar: Saya Baik-baik Saja

“Kami tidak akan ragu untuk membela pasukan Amerika, dan jika diperlukan, menghancurkan armada minyak Iran yang terbatas dan rentan,” tambahnya.

Sementara itu, Lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, membenarkan bahwa militer AS telah menyerang tiga kapal tanker minyak Iran, satu di dekat Pulau Kharg di Teluk dan dua di lepas pantai Jask di Laut Oman. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan di Pulau Kharg, sementara kebakaran di atas kapal tanker berhasil dipadamkan.

Dari dua kapal tanker di lepas pantai Jask, satu dalam kondisi kosong dan satu lagi mengangkut minyak, sementara awak mereka dievakuasi ke darat menggunakan sekoci, menurut laporan IRIB. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *