Ditekan Sanksi Ekonomi AS, Presiden Iran Sebut Upaya Trump Gagal

  • Bagikan
ANGGAP AMERIKA GAGAL: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyikapi sanksi dan tekanan ekonomi dari AS terhadap Iran yang hingga kini masih terus berperang, meski tensi saling serang sedikit mereda. (foto: Anadolu Agency)

INDOSatu.co – TEHERAN – Sanksi dan tekanan ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran tak membuat Presiden Iran Masoud Pezeshkian ciut nyali. Bahkan, Pezeshkian mengejek Amerika Serikat tidak akan mencapai tujuannya melalui tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Dalam beberapa beberapa hari ini, setelah putus asa tidak bisa menundukkan Iran secara militer, Presiden Donald Trump akhirnya meluncurkan kampanye sanksi baru secara luas terhadap Iran, yakni sanksi ekonomi.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan selama tiga jam di Bank Sentral Iran di Teheran bersama Menteri Ekonomi Ali Madanizadeh, Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati, dan sejumlah ekonom, menurut kantor kepresidenan Iran.

Baca juga :   Perkembangan Terkini, Iran tak Mau Tunduk, Trump Siapkan Serangan

Pertemuan itu membahas indikator moneter, valuta asing, dan keuangan Iran di tengah kondisi yang disebut Pezeshkian dipengaruhi oleh perang, blokade ekonomi, dan tekanan eksternal.

Pezeshkian menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan ekspektasi inflasi. Ia mengatakan, pengelolaan pasar-pasar utama, khususnya pasar valuta asing dan moneter, membutuhkan koordinasi erat antara pemerintah, bank sentral, dan lembaga ekonomi lainnya.

“Pendekatan kami adalah memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan melalui interaksi dan negosiasi, tetapi pada saat yang sama, kami telah dan akan terus berdiri teguh menghadapi tekanan ekonomi,” kata Pezeshkian dilansir Anadolu Agency, Rabu (26/8).

Baca juga :   Merasa Bersalah, Direktur Louvre Mundur, Ini Respon Menteri Rachida...

Pezeshkian mengatakan, AS gagal mencapai tujuannya selama perang karena perlawanan angkatan bersenjata Iran serta dukungan masyarakat terhadap negaranya sangat solid. Mereka justru bersatu dan tidak termakan oleh provokasi AS dan Israel yang menghasut rakyat Iran untuk melawan negara.

Bukan hanya itu. Pezeshkian juga menilai Washington juga tidak akan mendapatkan apa pun melalui tekanan ekonomi yang telah diberlakukan terhadap Iran.

Pada Senin (24/8), pemerintahan Trump meluncurkan “Operation Economic Outcast”, kampanye sanksi luas yang bertujuan semakin mengisolasi Iran dari sistem keuangan global.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan langkah tersebut menyasar sejumlah sektor utama perekonomian Iran, termasuk penerbangan, pelayaran, emas, teknologi, dan aset digital.

Baca juga :   AS Minta Iran Mau Bernegoisasi, Araghchi: Syarat Kami yang Tentukan

Bahkan, lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal dimasukkan ke dalam daftar hitam sebagai bagian dari kampanye tersebut. Meski demikian, beberapa negara sahabat Iran, seperti China dan Rusia tidak terpengaruh dengan kampanye Trump terhadap Iran tersebut.

Bessent mengatakan, Washington bertujuan memutus jalur utama perekonomian Iran dan menggambarkan kampanye itu sebagai upaya “mencekik secara ekonomi” pemerintah Iran. Akan tetapi Iran justru mendapat simpati dari negara sahabat yang selama ini berhubungan dengan Teheran. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *