INDOSatu.co – TEHERAN – Menghadapi sanksi ekonomi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS), Iran terkonfirmasi tidak gentar. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai, “operasi ekonomi” Donald Trump hanyalah skenario yang berulang dalam kebijakan AS, seraya menekankan bahwa Teheran tahu bagaimana menjinakkan kebijakan Trump tersebut.
Dilansir Al Mayadeen saat berbicara di Teheran pada hari Ahad (23/6), Araghchi mengatakan bahwa, Amerika Serikat sebelumnya telah mengancam akan melakukan operasi militer dan serangan terhadap Iran sebelum kembali ke rencana yang telah mereka terapkan sebelumnya tanpa mencapai hasil.
Araghchi mengatakan, peralihan Washington dari ancaman militer ke langkah-langkah ekonomi mencerminkan ketidakmampuannya untuk merancang opsi baru dalam menghadapi Iran, dan menambahkan bahwa Amerika Serikat terus mengulangi rencana yang sama.
Araghchi selanjutnya menyerukan kepada Washington untuk berbicara kepada rakyat Iran “dengan hormat” dan mencari solusi berdasarkan keadilan dan martabat, bukan dengan ancaman murahan.
Presiden AS Donald Trump dalam statemennya berdalih, pergeseran Washington menuju perang ekonomi melawan Iran bukan berarti Amerika Serikat meninggalkan opsi militernya, karena ketegangan antara Washington dan Teheran tetap tinggi.
“Tidak, sama sekali tidak,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah pilihan militer AS di kawasan itu dibatasi oleh langkah menuju strategi perang ekonomi melawan Iran.
Pada hari Rabu, Trump juga berdalih bahwa Teheran telah gagal memanfaatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, yang mendorong Amerika Serikat untuk melancarkan apa yang ia sebut sebagai operasi ekonomi berskala besar terhadap Republik Islam tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, telah memperingatkan, jika Amerika Serikat melancarkan perang ekonomi, tidak setetes pun minyak akan meninggalkan Teluk, seraya mencatat bahwa Iran telah mengekspor 70 juta barel minyak selama dua bulan sebelumnya.
Dia mengatakan Teheran akan terlebih dahulu bernegosiasi dengan negara-negara tetangga untuk mencegah mereka membantu Washington, dan jika mereka terus melakukannya membantu Washington, Iran akan menargetkan negara-negara tetangga yang bersekutu dengan AS tersebut.
”Kami siap perang militer maupun ekonomi, Iran siap menghadapi arogansi Washington,” kata Jenderal Rezaei. (*)



