Perkecil Kesenjangan, Hapus Diskriminasi, Bupati Beri Ruang Setara

  • Bagikan
BERI PENGARAHAN: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (tengah) saat menghadiri kegiatan Pengarusutamaan Gender (PUG) yang digelar di Ruang Command Center Lamongan, Senin (2/11).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam pembangunan. Ruang setara inilah yang berupaya diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk dapat memperkecil kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di wilayahnya melalui PUG (Pengarusutamaan Gender).

PUG sendiri merupakan strategi pembangunan yang mengintegrasikan perspektif, pengalaman, serta kebutuhan perempuan dan laki-laki ke dalam seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan, program, dan kegiatan di berbagai bidang. Tujuan utamanya adalah memastikan perempuan dan laki-laki memperoleh kesetaraan dan keadilan, menghapus diskriminasi, dan sebagai bentuk inklusivitas.

Baca juga :   Program CSR Tuntas 20 Agustus, Kriminalisasi Dirut PT ADS Akhirnya Terungkap

Hal itu diungkapkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Ruang Command Center Lamongan, Senin (2/11). Komitmen kuat Lamongan dalam PUG diintegrasikan ke dalam siklus perencanaan daerah, yang dibuktikan dengan peningkatan alokasi Anggaran Responsif Gender dari 50,74 persen di 2023 menjadi 54,03 persen di tahun 2026, dengan jumlah program meningkat dari 337 program tahun 2023 menjadi 460 program pada tahun ini.

Baca juga :   Disorot Dana Lauk Pauk Bupati, Nurul: Sudah sesuai Regulasi

Selain itu, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Lamongan, nilai IPG (Indeks Pembangunan Gender) di Lamongan juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dari 88,99 di tahun 2021 menjadi 90,28 di tahun 2025.

Angka IPG ini merupakan rasio perbandingan antara IPM (Indeks Pembangunan Manusia) perempuan dan IPM laki-laki, dimana semakin mendekati angka 100 berarti kesenjangan antara laki-laki dan perempuan semakin kecil atau setara.

Sementara itu, sejalan dengan peningkatan nilai IPG, nilai IKG Lamongan juga mengalami pemurunan dari angka 0,423 di tahun 2021 menjadi 0,219 di tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa kerugian atau ketimpangan pencapaian akibat ketimpangan gender semakin kecil.

Baca juga :   Sering Diolok-olok, Kalap, Wasman Bacok Tetangga hingga Tewas

“Menurut kami pembangunan inklusif adalah perempuan dan laki-laki yang memperoleh kesempatan setara untuk berpartisipasi, berkembang, mendapatkan perlindungan, dan juga menikmati manfaat pembangunan. Komitmen ini yang terus kami upayakan di Lamongan,” ucap bupati yang akrab disapa Pak Yes itu. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *