Ciptakan Peluang Kemandirian Ekonomi melalui Desa Binaan Itik

  • Bagikan
BERI SAMBUTAN: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri pencanangan kegiatan Desa Binaan Itik di Desa Klagensrampat Kecamatan Maduran, pada Rabu (30/9).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya melakukan pencanangan kegiatan Desa Binaan Itik di Desa Klagensrampat Kecamatan Maduran, pada Rabu (30/9).

Ditandai dengan peresmian Tugu Desa Binaan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, kegiatan pembinaan ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu 2 tahun. Menyambut baik hal tersebut, Pak Yes, sapaan akrab Bupati Yuhronur mengungkapkan keinginannya, agar ke depan menjadikan Lamongan tidak hanya sebagai lumbung pangan, tapi juga lumbung ternak nasional.

“Ini akan kami jadikan model untuk ke desa-desa yang lain. Seiring dengan semangat dan spirit kami, ke depan Kabupaten Lamongan tidak hanya sebagai lumbung pangan nasional, tapi juga sebagai lumbung daging, lumbung protein, lumbung ternak, dan populasinya akan terus meningkat setiap tahun,” kata Pak Yes.

Baca juga :   HJL ke-454 Berlangsung Meriah, Warga Lamongan Antusias Saksikan Kirab Pataka

”Kami berharap binaan ini dengan berbagai program dari kegiatan yang didampingi dari Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR ini bisa berdampak di Kabupaten Lamongan,” tambah Pak Yes.

Lebih lanjut, Pak Yes mengatakan bahwa, saat ini Pemkab Lamongan tengah mempersiapkan Peraturan Daerah terkait perlindungan peternak hewan, dengan maksud peternak hewan dapat terlindungi dan terjamin kesejahteraannya.

“Hari ini kita sedang proses untuk Perda Perlindungan Peternak, Ternak, dan Peternakan,” kata Pak Yes.

Tentu, di dalam peraturan daerah ini ada yang mengikat, baik pada pemerintah, pada masyarakat, terhadap mekanisme pasar, dan sebagainya. Sehingga, masyarakat khususnya peternak akan terlindungi, mendapatkan kepastian harga, kepastian pembinaan, dan hal-hal lain yang tentu di dalam Perda ini nanti akan diatur, sehingga ke depan peternak dapat terlindungi dan sejahtera.

Baca juga :   DPRD Lamongan Sahkan APBD 2024, Anggota Fraksi Demokrat Sumpah PAW

Dekan FKH (Fakultas Kedokteran Hewan) UNAIR Lilik Maslachah berharap, hasil binaan ini akan mampu memberikan peningkatan kemandirian ekonomi di Lamongan. Tidak hanya itu, ia juga berharap kolaborasi ini akan memunculkan inovasi-inovasi yang memperkuat dampak kemandirian ekonomi.

“Kita tidak berhenti di sini. Kami akan mengawal bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan terkait perkembangan bebek yang kami gagas bersama Kades dan tim, sehingga ini tidak hanya berhenti dengan menghasilkan telur, telurnya diapakan selanjutnya, karena Pak Kades pengennya ingin menjadi DOD (Day Old Duck atau anak bebek usia sehari),” katanya.

Baca juga :   Berpesan Jangan Patah Semangat, Bupati Lamongan Lepas Kafilah MTQ XXX ke Pasuruan

Sehingga, kata Lilik, harus ada penguatan kolaborasi bersama untuk mempercepat rencana tersebut. Semoga apa yang sudah dilakukan ini bisa menjadi pilot project, sehingga ini bisa diinovasikan kepada daerah-daerah lain, sehingga para penerima manfaat ini bisa merasakan dampak kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bersama masyarakat lamongan.

Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan paket bantuan 200 ekor bebek betina, 20 ekor bebek jantan, 1.500 kg pakan, dan rehabilitasi 1 paket kandang kepada KTT Berkah Telur Nusantara Desa Klagensrampat Maduran. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *