INDOSatu.co – NEW YORK – Zohran Mamdani memenangi pemilihan wali kota yang diawasi ketat di Kota New York. Berdasarkan hasil poling, Mamdani mengalahkan Andrew Cuomo yang berangkat dari jalur independen dengan raihan suara yang lumayan telak.
Sejak awal, publik New York memang lebih bersimpati kepada politisi muslim blesteran India dan Uganda tersebut. Mamdani yang menyebut dirinya seorang Sosialis Demokrat itu menjadi harapan dan akan menjadi wali kota Muslim pertama di kota tersebut.
Mengapa Mamdani begitu menarik di mata publik New York? Faktor tersebut tak lain karena Mamdani dinilai sukses menarik pemilih liberal dengan programnya yang akan menyediakan penitipan anak gratis, transportasi bus gratis, dan pembekuan sewa yang berdampak pada sekitar satu juta warga New York yang sewanya diatur.
Dilansir The Guardian, dengan memenangi pemilihan di New York itu, Mamdani akan menjadi wali kota New York City yang ke-111 setelah mengalahkan mantan gubernur Andrew Cuomo dan kandidat Partai Republik Curtis Sliwa.
Mamdani mengukir sejarah sebagai wali kota Muslim pertama di kota itu dan pada usia 34, menjadi yang termuda dalam lebih dari satu abad.
Kemenangannya menandai peningkatan yang menakjubkan dari anggota parlemen negara bagian yang kurang dikenal menjadi pemimpin kota terbesar di daratan Amerika Serikat.
Mamdani telah mempertahankan keunggulan yang stabil dalam persaingan sejak ia berhasil mengalahkan Cuomo, mantan gubernur tiga periode, dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat bulan Juni 2025 lalu.
Pencalonan Mamdani sendiri sebenarnya telah dihadang Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Bahkan, Trump menjuluki Mamdani sebagai komunis. Meski demikian, publik New York menghiraukan ocehan Trump.
Berdasarkan poling yang digelar secara independen, Mamdani meraih 50,4 persen suara, Cuomo 41,6 persen, dan sisanya diraih Curtis Sliwa. (*)




