Pesta Gol ke Gawang Bangladesh, Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN

  • Bagikan
DRAMATIS: Pemain timnas Indonesia (merah) melepas tendangan ke gawang Bangladesh dengan dihalau pemain belakang lawan. Dalam pertandingan itu, Indonesia menang 9-2.

INDOSatu.co – JAKARTA – Dramatis. Itu gambaran untuk melukiskan hasil dan kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia memastikan tiket ke final setelah menang telak 9-2 atas Bangladesh pada Kamis (1/10) malam.

Hasil tersebut mengantarkan Skuad Garuda ke partai puncak untuk menghadapi Thailand pada 5 Oktober mendatang. Indonesia harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memastikan kelolosan. Sebab, pada waktu yang sama, Malaysia meraih kemenangan besar 6-0 atas Singapura, sehingga persaingan memperebutkan tiket final dari Grup A berlangsung sangat ketat hingga detik akhir.

Hasil akhirnya, Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Menariknya, kedua tim juga memiliki selisih gol yang sama, yakni plus sembilan.

Namun, Indonesia akhirnya unggul dalam agresivitas gol setelah mencetak 11 gol dan kebobolan dua gol (11-2), sedangkan Malaysia mengoleksi sembilan gol tanpa kebobolan (9-0). Ini berarti tim asuhan John Herdman-lah yang berhak mentas di partai puncak.

Baca juga :   Progres Capai 51 Persen, Yuhronur Wujudkan Surajaya Jadi Stadion Berkelas Internasional

Jalannya pertandingan…

Situasi head to head yang mengharuskan tak sekadar menang, tapi mencetak banyak gol sebelum laga dimulai membuat Indonesia tampil agresif lawan Bangladesh. Pada laga lain di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Malaysia juga langsung nyetel melawan Singapura demi menjaga selisih gol yang cukup untuk lolos ke final.

Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan sejak pertandingan dimulai. Namun, Skuad Garuda baru mampu membuka keunggulan pada menit ke-11 melalui Mitchell Baker yang memanfaatkan umpan Ole Romeny. Pemain yang pernah membela Australia U-17 itu membawa Indonesia unggul 1-0.

Baker kembali menjadi mimpi buruk pertahanan Bangladesh pada menit ke-20. Ia mencetak gol keduanya melalui sontekan tumit di depan gawang untuk menggandakan keunggulan Indonesia menjadi 2-0.

Indonesia kemudian semakin menjauh pada menit ke-32. Rizky Ridho melepaskan tendangan keras yang mengoyak gawang Bangladesh dan mengubah skor menjadi 3-0. Bangladesh sempat memperkecil ketertinggalan melalui Mohamed Shahriar Emon pada menit ke-36.

Baca juga :   Datangkan Aji Santoso, Manajemen Persela Pasang Target Promosi Liga 1

Indonesia tetap tampil agresif hingga akhir babak pertama dan berhasil menambah tiga gol sehingga menutup paruh pertama dengan keunggulan 6-1. Hasil tersebut membuat Skuad Garuda berada dalam posisi yang lebih baik dalam persaingan dengan Malaysia.

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap menekan meski sudah unggul jauh. Pada menit ke-59, tendangan penjuru Kevin Diks yang langsung mengarah ke gawang masih mampu ditepis kiper Bangladesh. John Herdman kemudian melakukan pergantian dengan memasukkan Luke Vickery menggantikan Rizky Ridho pada menit ke-60.

Indonesia terus menciptakan peluang. Joey Peluppesy melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-66, tetapi bola masih melambung. Pada menit ke-69, Elkan Baggott sempat mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran dan memprotes keputusan wasit. Setelah berkonsultasi dengan VAR untuk kemungkinan mengubah menjadi kartu merah, wasit tetap memberikan kartu kuning kepada Baggott.

Herdman kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Egy Maulana Vikri dan Dean James untuk menggantikan Ragnar Oratmangoen dan Ivar Jenner pada menit ke-73. Egy kemudian memperoleh peluang pada menit ke-80 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, tetapi masih mampu dihalau kiper Bangladesh. Ole Romeny juga sempat mencetak gol pada menit ke-84, tetapi dianulir setelah VAR menyatakan dirinya berada dalam posisi offside.

Baca juga :   Dibantai 3-1 Pasukan Samurai Biru, Peluang Indonesia Lolos 16 Besar Menjadi Berat

Drama terjadi pada injury time. Luke Vickery membawa Indonesia unggul 7-1 pada menit ke-90, tetapi Bangladesh membalas melalui Ali Wahid pada menit ke-90+1 sehingga skor berubah menjadi 7-2. Dalam situasi tersebut, Indonesia dalam situasi kritis karena Malaysia memiliki keunggulan agresivitas gol.

Namun, Indonesia akhirnya mencetak dua gol tambahan yang memastikan kelolosan ke final. Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6 sebelum Mitchell Baker melengkapi quintrick-nya semenit kemudian.

Kemenangan 9-2 tersebut membuat Indonesia unggul dalam agresivitas gol atas Malaysia dan berhak melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 untuk menghadapi Thailand pada 5 Oktober. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *