Trump Usul Iran Diganti Italia, Infantino: Olahraga dan Politik Harus Terpisah

  • Bagikan
SEMANGAT BERLIPAT: Para pemain Iran berpose untuk foto grup tim sebelum pertandingan. Timnas Iran memastikan diri akan berpartisipasi di Piala Dunia yang digelar di AS, Kanada, dan Meksiko. (Foto: Reuters).

INDOSatu.co – TEHERAN – Otoritas Iran mengonfirmasi bahwa timnas sepak bola Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani kepada stasiun televisi pemerintah IRIB. Mohajerani mengatakan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga telah memastikan semua pengaturan yang diperlukan untuk partisipasi efektif tim dalam turnamen tersebut.

Dia juga mengatakan bahwa persiapan tersebut dilakukan di bawah arahan menteri olahraga, dengan fokus pada penyediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk pertunjukan di event olahraga paling digandrungi penghuni planet bumi tersebut.

Dilansir Al Jazeera, Presiden FIFA Gianni Infantino juga mengatakan, pada 16 April lalu, bahwa Iran diperkirakan akan berpartisipasi dalam Piala Dunia mendatang, yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli, seraya mencatat bahwa tim tersebut telah lolos kualifikasi dan menyatakan kesediaannya untuk berkompetisi meskipun perang AS-Israel terhadap Iran masih berlangsung.

Baca juga :   Komisi X Akhirnya Setujui Jordi Amat dan Sandy Walsh Jadi Pemain Naturalisasi

“Iran akan datang, dan para pemain mewakili rakyat Iran. Iran telah lolos kualifikasi, sehingga para pemain ingin bermain dalam Piala dunia. Olahraga seharusnya berada di luar politik,” kata Infantino, mengenai pertandingan tim Iran yang dijadwalkan di Amerika Serikat pada bulan Juni.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada bulan Maret bahwa meskipun tim Iran akan diterima di turnamen tersebut, ia mempertanyakan apakah pantas bagi mereka untuk hadir, dengan alasan kekhawatiran atas “nyawa dan keselamatan” mereka.

Iran dijadwalkan memainkan tiga pertandingan Grup G mereka di Amerika Serikat – dua di Los Angeles, satu di Seattle – dengan markas mereka untuk turnamen tersebut di Tucson, Arizona.

Keikutsertaan Iran dalam turnamen global yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara Amerika Utara tersebut sempat diragukan akibat konflik yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada tanggal 28 Februari.

Baca juga :   Jajal JLU, Bupati Yuhronur Berangkatkan 456 Pegowes Jelajah Lamongan

Iran sempat mengemukakan kemungkinan “boikot” kompetisi tersebut sebelum meminta FIFA untuk memindahkan pertandingannya dari Amerika Serikat ke Meksiko, sebuah permintaan yang ditolak oleh badan pengatur sepak bola dunia itu .

Setelah beberapa minggu serangan udara terhadap Iran dan pembalasan Iran terhadap Israel dan negara-negara lain di kawasan itu, gencatan senjata yang rapuh mulai berlaku pada tanggal 8 April.

Pengumuman gencatan senjata selama dua minggu tersebut diikuti oleh pembicaraan langsung yang jarang terjadi di Islamabad pada tanggal 11-12 April, yang berakhir tanpa kesepakatan. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh AS seiring dengan berlanjutnya upaya diplomatik.

Saat ini, melalui Paolo Zampolli, seorang utusannya, Donald Trump telah meminta FIFA untuk mengganti Iran dengan Italia di Piala Dunia mendatang, demikian dilaporkan media Financial Times (FT).

Baca juga :   Lewat Gol Perpanjangan Waktu, Indonesia Harus Puas di Urutan Empat Piala Asia

Rencana tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki hubungan antara Trump dan perdana menteri Italia, Giorgia Meloni, setelah keduanya berselisih di tengah serangan presiden Amerika terhadap Paus Leo XIV terkait perang Iran, demikian dilaporkan FT, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

“Saya menegaskan bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan [presiden FIFA Gianni] Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia . Saya warga asli Italia dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan AS. Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka,” kata Zampolli kepada FT.

Gedung Putih, FIFA, Federasi Sepak Bola Italia, dan federasi sepak bola Iran hingga kini belum menanggapi permintaan diskriminatif dari Trump tersebut. Yang pasti,  Piala Dunia, yang pertama kali menampilkan 48 tim, akan dimulai pada 11 Juni mendatang. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *