Bukber dengan Insan Media, Bupati Minta OPD Tidak Pelit Informasi

  • Bagikan
MEDIA FUNGSI KONTROL: Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan sambutan saat menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar Pemkab dan BUMD Bojonegoro dengan insan jurnalis Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Jumat (27/2).

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama (bukber) para wartawan yang tergabung dalam organisasi profesi dan organisasi perusahaan pers yang diakui Dewan Pers bersama Pemkab Bojonegoro dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kegiatan digelar di Pendopo Malowopati, Jumat (27/2).

Momentum ini menjadi ajang penguatan sinergi antara pers dan pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang akurat dan konstruktif bagi masyarakat.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dan sinergi media selama ini. Bupati Wahono menegaskan bahwa, media adalah mitra strategis pemerintah yang memiliki fungsi kontrol sosial.

Baca juga :   571 PNS Naik Pangkat, Bupati Bojonegoro: Beri Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

Bupati Wahono sebelumnya juga telah menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terbuka dan membantu tugas-tugas media dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.

“Jalur kepemimpinan kami adalah jalur bahagia, penuh cinta, dan semangat. Namun, saya mengingatkan bahwa semua juga ada batasannya yang tertuang dalam Kode Etik dan Undang-Undang Pers. Kami sangat menghargai fungsi kontrol media sebagai sarana edukasi, dan kami akan merespons cepat setiap informasi yang masuk demi perbaikan kebijakan publik,” ungkapnya.

Bupati juga menitipkan pesan agar media menyajikan informasi yang benar agar pemerintah tidak salah dalam mengambil kebijakan. Ia mengajak awak media untuk menjauhi penyebaran fitnah, berita bohong, maupun ujaran kebencian.

Baca juga :   Pastikan Penataan Kota Makin Cantik, Bupati Bojonegoro Sidak Pembangunan Kawasan Eks Tanggul MH Thamrin

Selain itu, media juga diharapkan menjadi instrumen untuk mempererat tali silaturahmi sosial dan mengedukasi masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur dan membanggakan.

Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, dalam sambutannya menekankan bahwa meski tugas jurnalis sangat berat, profesi ini kerap disepelekan. Ia menegaskan peran pers sebagai corong informasi yang tidak terpisahkan dari pemerintah.

“Kita boleh mengkritik tapi tidak boleh merusak. Pers harus memberikan masukan solutif untuk membangun Bojonegoro bersama. Kami berkomunikasi untuk membangun jalur informasi yang lebih baik bagi masyarakat sesuai dengan profesi sebagai jurnalis,” ujar Sasmito.

Baca juga :   Wujudkan Lamongan Berkeadilan, Yurohnur: Investasinya Pendidikan dan Prestasi

Ia juga menyoroti tantangan jurnalis di era digital bahwa terdapat pihak wartawan yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk menulis berita tanpa proses jurnalistik yang benar.

Menurutnya, hal tersebut melanggar kode etik jurnalisme. Sasmito berharap pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan organisasi wartawan untuk menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) guna membentuk karakter jurnalis Bojonegoro yang berkualitas. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *