INDOSatu.co – TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), unit elit angkatan bersenjata Iran, menegaskan musuh-musuh Iran tidak akan lagi merasa aman di mana pun setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
“Musuh harus tahu bahwa hari-hari bahagia mereka telah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan di rumah mereka sendiri,” demikian pernyataan IRGC seperti dilansir kantor berita ISNA, Senin.
IRGC menambahkan, Iran akan terus melawan Israel dengan kekuatannya hingga mencapai kemenangan. Sebelumnya, pada Sabtu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Serangan tersebut juga menewaskan Ayatollah Khamenei bersama sejumlah pejabat senior pemerintah dan militer Iran. Kabar duka itu dikonfirmasi otoritas Iran pada Ahad. Bulan Sabit Merah Iran, Senin (2/3) menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu meningkat menjadi 555 orang.
Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Fars, disebutkan bahwa serangan gabungan tersebut menargetkan 131 kawasan permukiman di seluruh Iran. Pernyataan itu mengonfirmasi 555 korban jiwa, namun tidak merinci jumlah korban luka.
Data korban terakhir yang diumumkan Bulan Sabit Merah Iran pada Sabtu mencatat 201 orang tewas dan 747 orang luka-luka.
Kampanye militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang diluncurkan terhadap Iran, Sabtu (28/2) dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai tanggapan, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset-aset Amerika Serikat, serta sejumlah negara di kawasan Teluk.
Serangan balasan Iran terhadap berbagai aset Amerika Serikat di Timur Tengah masih terus berlanjut. Yang terkini, mereka menyerang gedung Kedutaan Besar AS di Riyadh dan membikin berang Presiden AS Donald Trump.
Pihak berwenang Saudi pada Selasa melaporkan “serangan terbatas” di Kedutaan Besar AS di Riyadh setelah dihantam oleh dua drone.
“Kedutaan Besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan oleh dua drone menurut perkiraan awal, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada gedung tersebut,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan.
Arab Saudi kemudian mencegat dan menghancurkan setidaknya delapan drone yang menuju Riyadh dan kota terdekat Al-Kharj, menurut Kementerian Pertahanan negara tersebut.
Kantor berita Reuters lalu melaporkan dua ledakan baru di kawasan diplomatik Riyadh setelah pemerintah Saudi mengkonfirmasi adanya serangan terhadap Kedutaan Besar AS di kota tersebut. (*)



