Diangkat Jadi Dewan Penasihat RCRC, Anies Harumkan Indonesia

  • Bagikan
BERI MANFAAT ILMU: Tokoh nasional Anies Baswedan (berdiri) presentasi dihadapan para pejabat Kota Riyadh, dengan kapasitasnya sebagai anggota Dewan Penasehat Royal Commission for Riyadh City atau RCRC.

INDOSatu.co – JAKARTA – Tokoh nasional, Anies Baswedan resmi diangkat sebagai  salah seorang Anggota Dewan Penasihat untuk Komisi Kerajaan Kota Riyadh (Royal Commission for Riyadh City atau RCRC). Tak hanya Anies, di ASEAN, ternyata ada satu orang lagi asal Singapura, juga menjadi dewan penasihat RCRC.

Pertanyaannya lantas berapa penghasilan yang didapat mantan gubernur yang melambungkan DKI Jakarta sejajar dengan Kota Besar Dunia itu? Kabar yang dihimpun INDOsatu.co, Anies menerima honorarium mencapai SAR$ 210.000. Sebuah jumlah yang cukup besar untuk hidup layak.

Jika dirupiahkan, dengan asumsi nilai tukar SAR$ (mata uang Arab Saudi) yang fluktuatif, misalnya 1 SAR$ senilai Rp 5.000, maka dapat dipastikan Anies Baswedan menerima honorarium dari jabatannya sebesar Rp 1.050.000.000 setiap bulannya.

Dengan penghasilan sebesar itu, sulit bagi buzzer menganggap Anies menjadi pengangguran tak berpenghasilan. Itu belum lagi penghasilan sebagai pembicara seminar di tingkat nasional dan internasional.

Pengusaha yang juga Ketua Simpul Relawan Rumah Bagonjong Indonesia (RBI) Wilayah Provinsi DKI Jakarta Ajo Nazri Jambak menyatakan hal itu kepada wartawan, Senin 25 Mei 2026 menanggapi penunjukan Anies sebagai anggota Dewan Penasehat Kota Riyadh yang dipimpin langsung oleh Putra Mahkota yang juga adalah Perdana Menteri Arab Saudi Pangeran Muhammad Bin Salman.

Baca juga :   Jika Pemilu 2024 Ditunda, Jumhur Hidayat: Pasti Akan Ada People Power

“Diangkatnya Mas Anies sebagai anggota  RCRC itu merupakan sebuah prestasi dan reputasi yang luar biasa, baik bagi dirinya sendiri atau sebagai anak bangsa yang membawa nama baik negara,” kata Nazri Jambak.

Nazri mengetahui lewat akun media sosial Pak Anies sendiri, tetapi tentang insentifnya sebagai anggota Dewan itu didapat dari perbincangan pendukung Anies, yang sejak Pilpres lalu hingga kini masih solid mendukung gagasan dan pikirannya untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

Pengangkatan Dewan Penasihat itu tidak dilakukan sembarangan atau didasai suka atau tidak suka (like and dislike), melainkan karena kemampuan Anies yang dianggap sukses memimpin Jakarta selama lima tahun, yaitu pada 2017-2022, terutama dalam reputasi Anies yang melakukan pembenahan bidang transportasi terpadu di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mereka terkesan dan minta Anies menjadi anggota Dewan Penasehat.

Sebagaimana ramai diberitakan, Gubernur Ibukota Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz As-Saud telah memilih sekitar 10-12 orang dari seluruh dunia untuk duduk di dalam RCRC, satu di antaranya adalah Anies Baswedan. Kerajaan Arab itu mengangkat orang-orang yang tepat sebagai figur yang berpengalaman atas pengembangan ibukota di negaranya masing-masing, khususnya dalam bidang peningkatan daya saing.

Baca juga :   JR AD/ART Ditolak Mahkamah Agung, PD Kubu Moeldoko Malah Bersyukur

Berdasarkan pernyataan Anies sendiri di akun media sosialnya, pengangkatan dalam jabatan itu dengan mempertimbangkan kesuksesannya membuat transportasi terintegrasi selama menjadi Gubernur, yaitu dalam periode kepemimpinannya. Calon Presiden tahun 2024 itu, merupakan satu dari dua orang warga ASEAN yang masuk dalam badan itu. Seorang yang lain adalah warga negara Singapura.

“Bisa dibayangkan betapa ketatnya persaingan untuk duduk di Dewan itu. Karena itu kita bersyukur kepada Tuhan,” kata laki-laki yang berasal dari Padang, Sumatera Barat itu.

Pikiran didiskusi ambil manfaat

Dikatakan oleh Anies, Dewan tersebut bukan ajang untuk meniru mentah-mentah kebijakan yang ada di Jakarta, namun tujuannya adalah pertukaran pengalaman di antara pimpinan kota. Ada pertukaran gagasan antar-orang. Dari Jakarta kita tunjukkan keberhasilan selama memimpin. Pikiran kita itu akan didiskusikan dan akan diambil manfaatnya bagi kota Riyadh, tidak dalam konteks meniru apa yang sudah kita kerjakan.

Ditambahkan Anies, ini  bukan seperti meng-copy-caste, tetapi para anggota itu mempunyai pengalaman dalam memimpin di kota masing-masing, dengan itu kita memberikan pandangan berupa bimbingan untuk mengembangkan strategi yang pas dan cocok bagi ibukota Riyadh. Ibukota negara kaya minyak itu memang akan diarahkan menjadi sebuah kota metropolitan Internasional yang bersaing dengan kota-kota lain di Timur Tengah seperti Abu Dhabi, Dubai, Qatar dan Muscate.

Baca juga :   Partai Golkar Resmi Cawapreskan Gibran, Prabowo Puji Airlangga Hartarto

Khusus untuk Anies, dia diminta untuk memaparkan tentang capaian mengintegrasikan transportasi di Jakarta. Pemerintahan kota Riyadh sudah tahu tentang reputasi Anies tersebut karena itu mereka minta dia memberikan saran dan pendapat tentang mengembangan bidang transportasi  di sana. Ini tentunya merupakan penghormatan kepada Anies  dan juga kepada Indonesia.

Nazri berharap, reputasi dan prestasi yang dicapai Anies itu akan membuat namanya harum, baik di luar maupun dalam negeri. Dengan itu rakyat akan merasa bangga atas  apa yang sudah dicapai oleh Anies dalam mengharumkan nama bangsa dan negara. Jika bangsa lain memakai ide dan pikirannya dalam memperbaiki hidup mereka, kenapa tidak bangsa kita sendiri yang memakainya untuk memperbaiki nasib bangsa yang saat ini tidak baik-baik saja.

“Kita berharap kepercayaan yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi itu membuka mata bangsa ini bahwa ada putera mereka yang bisa diharapkan memperbaiki negeri ini, yaitu Anies Baswedan. Dengan demikian rakyat akan memilihnya pada 2029, bukan memilih pemimpin yang hanya omon-omon. Sudah omon-omon kebijakan sering berubah-ubah,”  pungkas Nazri Jambak. (*).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *