Warning AS, Ghalibaf: Anda Serang Tanker, Migas AS akan Kami Hancurkan

  • Bagikan
DAMPAK RUDAL: Pangkalan militer dan perusahaan migas AS di beberapa kawasan Timur Tengah hancur dirudal Iran. KIni Iran memperingatkan AS, jika masih tetap menyerang wilayah Teheran, maka balasannya sangat berat.

INDOSatu.co – TEHERAN – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan Amerika Serikat bahwa Teheran akan menargetkan perusahaan minyak dan gas alam AS di kawasan Timur Tengah jika Washington menyerang kapal tanker minyak milik Iran.

Melalui akun media sosial X, Ghalibaf menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang mengatakan bahwa Washington akan “menghancurkan dan menenggelamkan” kapal tanker Iran. Ancaman Hegseth tak membuat keder Iran.

Ghalibaf mengatakan, bahwa rantai produksi minyak dan gas alam AS di kawasan tersebar di wilayah yang luas dan berada dalam jangkauan. Karena itu, Ghalibaf memperingatkan Washington agar berpikir rasional jika akan menyerang negara Iran yang berdaulat.

“Perusahaan minyak dan gas alam AS di perairan dan fasilitas di kawasan ini juga sama rentannya. Jika kalian menyerang aset kami, kalian juga akan kami serang. Kami telah membuktikannya sebelumnya. Tanyakan kepada pangkalan-pangkalan yang kini sudah tidak dapat digunakan lagi,” kata Ghalibaf dilansir dari Anadolu Agency, Senin (7/9).

Baca juga :   Pacquiao Siap Calonkan Diri Jadi Capres Filipina

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada 5 September mengatakan melalui akun X bahwa AS akan “menghancurkan dan menenggelamkan” kapal tanker minyak Iran jika Teheran melepaskan tembakan terhadap kapal-kapal AS.

Hegseth juga mengklaim armada kapal tanker minyak Iran berada dalam kondisi rentan dan pesawat, kapal perang, serta kapal selam AS memiliki kemampuan untuk menyerang armada tersebut.

Sementara itu, dampak dari terus memanasnya ketegangan Amerika Serikat-Iran, harga minyak dunia menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (7/9). Harga minyak mentah Brent menembus 97 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) mencapai 92 dolar AS per barel.

Baca juga :   Terbalik, 65 Pengungsi dan Migran Tewas Kecelakaan Kapal di Lepas Pantai Yaman

Pada Senin pukul 07.00 GMT, harga minyak Brent naik sekitar 0,8 persen dibandingkan penutupan Jumat hingga melampaui 97 dolar AS per barel. Harga minyak mentah WTI juga meningkat 0,6 persen menjadi 92 dolar AS per barel.

Pada Senin pagi, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya menargetkan dan menghancurkan balon udara pengawasan militer AS yang ditambatkan dalam serangan pesawat nirawak di dekat Bandara Erbil, Irak utara.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan, Iran akan menetapkan zona maritim baru yang “dibatasi” di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Ia memperingatkan setiap kapal yang memasuki wilayah tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi.

Baca juga :   Terkait Penawaran Haji Furoda, LaNyalla: Perlu Aturan Jelas agar Tidak Bermasalah

Pasukan Penjaga Pantai Yaman juga mencegat sebuah kapal tanker minyak pada hari Ahad  setelah kapal tersebut membongkar muatan “tanpa izin” di Pelabuhan Ras Isa yang dikuasai kelompok Houthi di Provinsi Al-Hudaydah, menurut laporan media pemerintah.

Diketahui, AS dan Iran pada Juni lalu menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dan Qatar, yang menguraikan sejumlah langkah untuk mengakhiri permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, serta menangani pembatasan ekonomi.

Sejak itu, kedua pihak saling menuding gagal melaksanakan komitmen dalam nota kesepahaman tersebut, sementara ketegangan militer terus berlanjut di tengah perselisihan mengenai sanksi dan pelayaran melalui Selat Hormuz. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *