Syukuran di PWNU Jatim, Gus Kikin Siap Berbagi Waktu dengan PBNU-PWNU

  • Bagikan
JANJI LUANGKAN WAKTU: Ketua Umum PBNU terpilih KH. Abdul Hakim Mahfudz (pegang mik) saat menghadiri Tasyakuran Muktamar Ke-35 NU dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (8/9).

INDOSatu.co – SURABAYA – Meski akan lebih banyak menjalankan tugas di Jakarta sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin berjanji akan tetap menjaga kedekatan dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

“Jadi, saya bersyukur muktamar berjalan lancar dan keputusan PWNU Jatim menugasi saya juga sukses. Saya tidak akan melupakan Jatim, meski saya akan banyak waktu di Jakarta,” kata Gus Kikin dalam Tasyakuran Muktamar Ke-35 NU dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (8/9).

Baca juga :   Kabupaten Lamongan Kantongi 64 Penghargaan K3 2026

Gus Kikin mengakui bahwa amanah yang diemban saat ini tak lepas dari penugasan PWNU Jawa Timur terhadap dirinnya. Karena itu, ketika terpilih menjadi ketua umum PBNU, Gus Kikin mengaku tidak akan lupa, sehingga tetap memiliki ikatan dengan kepengurusan NU di Jatim.

Gus Kikin berjanji akan tetap menyempatkan diri datang ke Kantor PWNU Jawa Timur di tengah kesibukannya memimpin PBNU. “Saya akan tetap mengupayakan mampir, mungkin satu bulan sekali saat hari Selasa,” katanya.

Baca juga :   Antusiasme Tinggi, Airlangga: Pemerintah Lanjutkan Program Kartu Prakerja

Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031 melalui musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 31 Agustus 2026.

Dalam muktamar tersebut, KH Miftachul Akhyar kembali ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Jawahir mengatakan, pihaknya bersyukur atas kelancaran pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU serta terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.

Baca juga :   Masuk Kerja Pertama Usai Ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU

“Bukan hanya itu, tapi perjuangan PWNU Jatim untuk pemilihan pimpinan PBNU, baik Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU, melalui AHWA juga berhasil, setelah Muktamar 2015 hanya AHWA untuk Rais Aam,” katanya.

Menurut dia, mekanisme AHWA membuat proses penetapan pimpinan NU dilakukan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua PWNU Jawa Timur sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *