INDOSatu.co – LAMONGAN – Meski Pemkab Lamongan menargetkan kenaikan PAD Rp 1 triliun, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mewanti-wanti agar aparaturnya tidak membebani masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Yuhronur saat menjadi pembina dalam Apel KORPRI di Halaman Pemkab Lamongan, Kamis (17/9).
Guna merealisasikan target tersebut, Bupati Yuhronur berpesan kepada seluruh insan KORPRI Lamongan untuk turut berkontribusi dan menyukseskan 15 program prioritas Lamongan. Pak Yes, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa, untuk merealisasikan target PAD tahun 2026 ini, memang tidak mudah.
“Menaikkan target PAD ini bukan berarti menaikkan beban masyarakat, tetapi mengoptimalkan pendapatan yang belum optimal. Kemarin masih banyak hal perlu digali, yang ini memang menjadi pendapatan daerah,” kata Pak Yes.
”Semua ini menjadi spirit dan semangat bersama, karena PAD menjadi sumber kita bersama ditengah desentralisasi desa yang tidak baik-baik saja, mari terus bertumbuh, terus berdaya, dan berdinamika,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pak Yes juga menegaskan bahwa, tugas pemerintah daerah adalah melaksanakan pelayanan publik, melaksanakan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, Pak Yes mengimbau agar 15 program prioritas yang telah dicanangkan, dapat terus menjadi bagian penting dari tugas pokok dan fungsi insan KORPRI. KORPRI harus memberi layanan terbaik bagi masyarakat.
“Mari kita sukseskan, karena dengan menyukseskan 15 program ini dengan sendirinya kita akan menyukseskan tugas kita di pemerintahan,” kata Pak Yes.
Pak Yes mengatakan, dinamika masyarakat semakin berubah, tuntutan masyarakat juga berubah. Karena itu, ASN juga harus merubah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
”Kita harus memberikan cara yang lebih simpel, lebih mudah, lebih bisa diterima masyarakat, dan lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)




