INDOSatu.co – LAMONGAN – Guna mendongkrak produk batik yang berkarakter dan bernilai jual sekaligus memperkuat identitas batik Lamongan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan akan menggelar Lomba Desain Batik Lamongan 2026 pada 4 Oktober mendatang.
Sebelum lomba berlangsung, rangkaian diawali dengan workshop dan technical meeting bagi para peserta di Pendopo Lokatantra, Kamis (24/9).
Membuka workshop dan technical meeting secara langsung, Ketua Dekranasda Lamongan Anis Kartika Yuhronur menuturkan bahwa, workshop dan technical meeting digelar sebagai pembekalan bagi peserta agar mampu menghasilkan desain batik yang berkarakter, dapat diimplementasikan pada kain, serta memiliki nilai jual.
Anis mengatakan, workshop menjadi momentum untuk mengubah cara pandang peserta bahwa lomba desain batik bukan sekadar menggambar dan mewarnai, tetapi juga bagaimana desain tersebut dapat diaplikasikan pada kain hingga menjadi produk yang dapat digunakan.
“Penilaian bukan hanya dari bagusnya warna dan kesesuaian tema, tetapi juga bagaimana desain tersebut dapat diaplikasikan di kain. Kami ingin karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi bisa digunakan dan dirasakan masyarakat,” tutur Anis.
Disampaikan oleh Anis, hasil desain terbaik nantinya akan menjadi bagian dari identitas batik Lamongan, termasuk berpotensi diaplikasikan sebagai seragam batik pelajar.
Workshop diisi langsung oleh pemilik Batik Tulis Soedjono Lamongan, Umbar Basuki. Dalam penyampaiannya, Umbar Basuki memberikan wawasan mengenai kreativitas, kebebasan berekspresi, desain kontemporer, dan eksklusivitas motif dalam pengembangan batik bagi para peserta.
Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Lamongan yang juga Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Lamongan Anang Taufik melaporkan, Lomba Desain Batik Lamongan 2026 diikuti 292 peserta, terdiri dari 50 peserta umum, 44 peserta SD kelas 1–3, 71 peserta SD kelas 4–6, dan 127 peserta SMP/MTs.
“Kami berharap workshop ini memberikan wawasan dan inovasi kepada peserta, sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki daya saing, nilai pasar, dan mampu memperkuat identitas Lamongan,” ungkapnya.
Untuk kategori umum, 50 peserta akan diseleksi menjadi 15 peserta. Sebanyak 15 peserta tersebut berhak melaju ke tahap II yang akan dilaksanakan pada 4 Oktober 2026 di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. (*)





