INDOSatu.co – JAKARTA – Tak hanya membuat puluhan ribu rumah warga mengalami kerusakan, gempa bumi di gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) juga membuat lebih dari 1.000 sekolah di wilayah itu dilaporkan mengalami kerusakan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. Berton mengatakan, hingga saat ini terdapat 1.378 sekolah mengalami kerusakan. Akibatnya, terdapat sebanyak 177.678 siswa dan 21.166 guru serta tenaga didik terdampak.
“Sebanyak 5.521 unit ruang kelas rusak. Sekolah yang rusak berat sebanyak 502 unit. Pendataan saat ini kami dapat katakan sebesar 92 persen,” kata Berton saat konferensi pers secara daring, Jumat (21/8).
Akibat terdampak bencana, sebanyak 923 sekolah libur sementara. Sementara itu, 35 sekolah harus belajar di ruang darurat, 171 sekolah belajar jarak jauh, dan 30 sekolah belajar normal.
Diketahui, berdasarkan data BNPB hingga Jumat pukul 16.00 WIB, saat ini total ada 44.946 unit rumah terdampak akibat gempa bumi yang terjadi pada akhir pekan lalu. Dari jumlah itu, sebanyak 17.176 unit rumah dilaporkan rusak berat, 9.758 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana itu mencapai 83 orang. Sedangkan korban luka mencapai 986 orang dan 110.785 orang masih harus mengungsi dari rumahnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengatakan bencana di Flores pada pekan lalu itu menyebabkan sebanyak 1.378 satuan pendidikan mengalami kerusakan. Dari total sekolah yang terdampak itu, sebanyak 502 sekolah dilaporkan mengalami rusak berat.
“Di sektor pendidikan, gempa bumi berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan, dengan 502 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat di tujuh kabupaten, yang meliputi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan,” kata dia saat konferensi pers secara daring, Kamis (20/8).
Ia menambahkan, dari total 8.664 ruang kelas yang terdata di lokasi terdampak bencana, terdapat 5.521 unit atau 63,7 persen yang mengalami kerusakan. Bahkan, sebanyak 2.229 unit ruang kelas di antaranya rusak berat atau total.
“Kerusakan juga menimpa laboratorium, perpustakaan, sanitasi, dan rumah dinas guru,” kata dia.
Atip menambahkan, gempa bumi itu juga menyebabkan tiga orang siswa dan satu orang guru meninggal dunia. Tak hanya itu, lebih dari 30 ribu warga sekolah juga dilaporkan mengungsi akibat bencana tersebut.
Bencana itu juga berdampak terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan kebijakan dari Gubernur NTT, pelaksanaan pembelajaran sementara dilakukan dari rumah dan di tempat pengungsian untuk menghindari bangunan yang berpotensi roboh.
“Dilaporkan sebanyak 923 satuan pendidikan melaporkan menerapkan belajar dari rumah, 171 pembelajaran daring, 35 sekolah belajar di kelas darurat, dan 30 sekolah masih tatap muka,” pungkas dia. (*)



