Hadiri Leadership Insight Forum, Bupati Yes Minta Jaga Capaian Pertumbuhan

  • Bagikan
PERTUMBUHAN TERJAGA: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (tengah) saat menghadiri Leadership Insight Forum Pemkab Lamongan with Bank Jatim Cabang Lamongan bertajuk “Creating Value Through Collaboration”di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (25/9) malam.

INDOSatu.co – LAMONGAN – Bupati Lamongan, Jawa Timur, Yuhronur Efendi mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai pondasi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pondasi tersebut perlu terus dipupuk agar pembangunan tak terputus di tengah jalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Yuhronur saat menghadiri Leadership Insight Forum Pemkab Lamongan with Bank Jatim Cabang Lamongan bertajuk “Creating Value Through Collaboration”di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (25/9) malam.

Pak Yes, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa, pembangunan di Kabupaten Lamongan tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media untuk menghasilkan pembangunan yang memberikan manfaat lebih luas.

Baca juga :   Impor 105 Ribu Pikap dari India, DPR RI: Matikan Industri Dalam Negeri

“Pembangunan di Kabupaten Lamongan tidak bisa sendiri. Kolaborasi, pentahelix harus kita terapkan. Semua pihak harus mengambil peran sesuai kapasitasnya untuk bersama-sama membangun Lamongan,” tutur Pak Yes.

Disampaikan orang nomor satu di Kota Soto itu, capaian pembangunan Lamongan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa sinergi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.

Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan mencapai 76,81, sementara pertumbuhan ekonomi berada pada angka 5,40 persen. Di sisi lain, angka kemiskinan juga terus mengalami penurunan hingga 12,03 persen pada 2025.

Tren pertumbuhan ekonomi tersebut berlanjut pada 2026. Berdasarkan data Bapperida Kabupaten Lamongan, ekonomi Lamongan pada Triwulan II 2026 tumbuh 6,26 persen secara year on year (y-on-y) dibandingkan Triwulan II 2025 yang tumbuh 4,58 persen. Secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Lamongan tumbuh 6,64 persen, sedangkan secara cumulative to cumulative (c-to-c) mencapai 6,09 persen.

Baca juga :   IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Bekukan Sementara Perdagangan Saham

“Triwulan II tahun 2026, pertumbuhan kita mencapai 6,26 persen. Ini menjadi bagian dari capaian yang harus terus kita jaga dan tingkatkan bersama,” kata Pak Yes.

Lebih lanjut, Pak Yes menyebut Bank Jatim sebagai salah satu mitra penting Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendukung pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah dan perbankan dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek pembiayaan, tetapi juga dapat diperluas dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat dan program pembangunan yang memberikan nilai tambah.

Baca juga :   Fasih Bicara Ekonomi Syariah, Anggito Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM

Pak Yes juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik (public trust) sebagai modal utama dalam menjalankan pembangunan. Menurutnya, ketika pemerintah mampu menjaga kepercayaan masyarakat, akan tercipta ruang kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam forum yang mengangkat tema Creating Value Through Collaboration tersebut, Pak Yes menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya diukur melalui capaian angka pertumbuhan ekonomi.

Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan ekonomi, serta menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *