#IndonesiaSadar, Mahasiswa Usung 5 Tuntutan, Kepung Bundaran HI

  • Bagikan
SAMPAIKAN ASPIRASI: Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia datang ke Jakarta untuk menggelar aksi demonstrasi yang dibarengkan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10).

INDOSatu.co – JAKARTA – Berbagai elemen mahasiswa akhirnya benar-benar turun menggelar aksi demonstrasi. Bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, mereka menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10).

Aksi tersebut digawangi oleh Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar). Komite Sadar sendiri merupakan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, hingga Universitas Airlangga.

Pada aksi hari ini, mahasiswa turut mengundang seluruh masyarakat sipil untuk ikut serta.

“Pada Aksi #IndonesiaSadar, semua diundang, semua boleh datang. Mari kita berpesta dan rebut kembali daulat rakyat yang direnggut oleh penguasa bejat,” tulis dalam unggahan IG @bemkmupnvyk.

Baca juga :   Polda Metro Jaya dan KPK Bekuk Penipu Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Bertajuk #IndonesiaSadar, demonstrasi oleh mahasiswa ini digelar untuk menyoroti dua tahun berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aksi tersebut dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB.

Dalam aksi ini, Komite Sadar menuntut 5 poin utama untuk segera diselesaikan oleh pemerintah.

“Dengan pertimbangan, kajian, dan diskusi yang berat, tertulislah “Lima Perintah Rakyat”, Lima tuntutan dari lima (5) sektor berbeda yang paling signifikan dan urgen untuk diselesaikan,” tulis BEM UI.

Sebelumnya, kelima tuntutan tersebut telah digaungkan pada 20 Oktober 2026 kemarin, tetapi kembali gagal. Lima tuntutan mahasiswa yang dimaksud;

Komite Sadar menuntut pemerintah segera menetapkan status bencana nasional untuk pembakaran hutan dan lahan yang melanda, serta untuk bencana-bencana lainnya. Mahasiswa juga menuntut mengadili korporasi yang bertanggungjawab, serta menuntaskan integrasi tata kelola lahan.

Baca juga :   Kritisi Sejarah Teroris, Arsul Sani Raih Gelar Doktor Hukum dari Collegium Humanum, Polandia

Komite Sadar menuntut pemerintah menghentikan pemborosan APBN demi kepentingan politik berkedok program populis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bukan untuk kepentingan rakyat.

Komite Sadar menuntut pemerintah menurunkan biaya pendidikan yang semakin mahal. Selain itu, menuntut memberikan akses layanan dasar yang merata, mulai dari ketersediaan air minum perpipaan yang masih kurang, keterbatasan dokter di puskesmas, hingga fasilitas lainnya yang menjadi hak rakyat.

Komite Sadar menuntut pemerintah untuk menghentikan praktik penyalahgunaan kekuasaan, hukum yang justru digunakan untuk melayani kepentingan penguasa. Selain itu, pemerintah diminta tegas memberantas korupsi, kolusi, serta nepotisme.

Baca juga :   Kemenparekraf dan MUI Komitmen Kembangkan Pariwasata dan Ekraf Halal di Indonesia

Komite Sadar menuntut pemerintah untuk mengembalikan kebebasan bersuara, mengadili kasus pelanggaran hak asasi manusia, dan menghentikan militerisasi di ruang sipil. Hal ini seperti kasus Alm. Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol tewas dilindas mobil Brimob saat demonstrasi. Andrie Yunus disiram air keras hingga buta karena aktif melawan militerisasi.

“Di bawah benderang semangat Sumpah Pemuda, derap langkah perjuangan kembali memadati jalanan demi merawat api kedaulatan yang tak boleh padam. Kami menagih janji politik dan amanat konstitusi yang wajib ditunaikan demi keadilan. Sebab Indonesia adalah milik seluruh rakyatnya. Tepati atau Pergi!,” tulis unggahan BEM UI. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *