Sikapi Aksi Mahasiswa pada 28 Oktober, Jumhur: Lakukan dengan Tertib

  • Bagikan
IMBAU TERTIB: Ketua Umum DPP KSPSI Moh. Jumhur Hidayat menyikapi rencana aksi mahasiswa yang akan melakukan demo dalam yang berbarengan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 29 Oktober 2026.

INDOSatu.co – JAKARTA – Menghadapi aksi pada 28 Oktober 2026 besok, Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI) mengimbau seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat agar melaksanakan kegiatan tersebut dengan tertib, aman, dan damai.

“KSPSI menghormati hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa untuk menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” Ketua Umum KSPSI Moh. Jumhur Hidayat dalam keterangan di Jakarta, Selasa (27/10).

Baca juga :   KSPSI Tolak Penghapusan Koperasi TKBM, Jumhur: Negara Tidak Boleh Zalim ke Pekerja

Namun, kata dia, KSPSI mengingatkan agar aksi dilakukan secara bertanggung jawab, tidak terprovokasi, tidak melakukan tindakan anarkis, serta tidak merusak fasilitas publik dan kepentingan luas.

Menurut dia, pemerintah saat ini sangat akomodatif dan terbuka dengan masukan masyarakat.

KSPSI menilai keterbukaan pemerintah terhadap masukan masyarakat merupakan ruang positif yang perlu dijaga bersama.

“Karena itu, penyampaian aspirasi sebaiknya tetap mengedepankan cara-cara damai, musyawarah, dan dialog, bukan provokasi atau kekerasan,” kata Jumhur.

Baca juga :   Halalbihalal Pimpinan MPR-Pegawai Setjen, Bamsoet Ingatkan Netralitas ASN Jelang Pemilu

KSPSI juga mengajak seluruh pihak, termasuk aparat keamanan, untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga ketertiban.

Selain itu, KSPSI juga meminta masyarakat tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang dapat memperkeruh suasana.

Diketahui, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Selasa, mengatakan perbedaan pandangan dan kritik merupakan bagian dari demokrasi yang sehat.

Baca juga :   Data Bocor, Puan Minta Pemerintah Komitmen Selesaikan RUU PDP

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan aspirasi, tetapi tetap mengedepankan cara-cara yang konstruktif dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) hingga berbagai elemen masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (28/10). Adapun aksi unjuk rasa oleh BEM UI akan digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *