INDOSatu.co – LAMONGAN – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy meninjau kawasan industri Pantura di PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS) Kecamatan Paciran, Kamis (30/7). Tampak ikut mendampingi kunjungan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Menurut Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan, Kabupaten Lamongan dikunjungi Menteri PPN karena Lamongan memiliki potensi besar sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila.
Pak Yes menuturkan bahwa, struktur perekonomian Lamongan ditopang sektor pertanian yang berkontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), disusul sektor industri pengolahan sebesar sekitar 12 persen. Potensi tersebut menjadi modal kuat dalam pengembangan kawasan industri yang terintegrasi.
Pada iklim investasi, Kabupaten Lamongan telah menetapkan kawasan peruntukan industri seluas 7.419 hektare. Adapun 6.128 hektare lahan masih tersedia untuk dikembangkan sebagai kawasan investasi baru.
“Pelabuhan ini akan menjadi salah satu penopang kawasan industri Pantura. Saya berharap dukungan pemerintah pusat untuk penguatan infrastruktur agar pengembangan kawasan industri Lamongan semakin optimal,” tutur Pak Yes.
Guna mempercepat pengembangan kawasan industri, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengusulkan sejumlah proyek strategis kepada pemerintah pusat, di antaranya pelebaran Jalan Daendels yang menghubungkan Manyar, Kabupaten Gresik, hingga perbatasan Kabupaten Tuban, percepatan pembangunan Jalan Tol Gresik–Tuban, serta pengembangan sistem penyediaan air bersih untuk mendukung kebutuhan investasi dan industri.
Menanggapi paparan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy menilai Lamongan memiliki fondasi yang kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, kekuatan sektor pertanian yang dimiliki Lamongan dapat diintegrasikan dengan sektor industri, sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Lamongan memiliki kekuatan di sektor pertanian yang dapat diintegrasikan dengan industri sehingga menciptakan nilai tambah,” ungkap Rachmat.
Selain itu, Rachmat turut mengapresiasi keberadaan PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS) yang memiliki fasilitas pelabuhan berstandar internasional. Ia menegaskan, pengembangan pelabuhan perlu diiringi dengan peningkatan konektivitas infrastruktur jalan agar mampu memperkuat investasi, memperlancar sistem logistik, serta mendorong percepatan pertumbuhan kawasan industri Pantura. (*)




