Mantan Ketum Persis Wafat, Haedar Sampaikan Duka Mendalam

  • Bagikan
AKTIVIS DAKWAH: Prof. Maman Abdurrahman, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) periode 2010-2015 meninggal dunia, pada Ahad (21/6)

INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Wafatnya Prof. Maman Abdurrahman, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) periode 2010-2015, pada Ahad (21/6) membawa duka mendalam bagi umat Islam.

Mangkatnya almarhum merupakan kehilangan besar bagi gerakan dakwah dan pembaruan Islam di Indonesia. Selain pernah menjadi pimpinan Persis, Prof. Maman juga merupakan aktivis dakwah. Karena itu, umat kehilangan atas kepergiannya.

“Atas nama PP Muhammadiyah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dikutip dari Instagram pribadinya @haedarnashirofficial, Ahad (21/6).

Baca juga :   Bangkitkan Ekonomi Umat, Erick: Tumbuhkan Muslim Leaderpreneur

Prof Maman Abdurrahman juga dikenal sebagai ayahanda Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief. Haedar pun berpesan kepada Hilman Latief dan keluarga besar almarhum agar terus menjaga dan melanjutkan semangat perjuangan yang telah diwariskan Prof Maman dalam memajukan Islam dan bangsa.

Menurut Haedar, wafatnya Prof Maman tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar Persis, tetapi juga bagi seluruh elemen gerakan Islam di Indonesia. Nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang telah ditanamkan almarhum, kata dia, harus terus dirawat dan diteruskan oleh generasi berikutnya.

Baca juga :   Ketua MPR RI Resmikan Masjid Harfin Baitus Salam Universitas Perwira Purbalingga

“Kepergian Prof Maman merupakan kehilangan besar bagi gerakan dakwah dan pembaruan Islam di Indonesia,” ucapnya.

Secara pribadi, Haedar mengenang Prof Maman sebagai sosok yang luwes dalam berkomunikasi dan mampu membangun hubungan dengan berbagai kalangan. Sikap terbuka tersebut membuat almarhum menjadi tokoh yang dihormati, termasuk dalam relasinya dengan Muhammadiyah.

“Beliau adalah sosok yang terbuka dan memiliki kemampuan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Karena itu, beliau dihormati banyak kalangan,” kata Haedar.

Baca juga :   Hadiri Manasik Haji di Serang, Yandri Susanto: Jaga Nama Baik Bangsa di Tanah Suci

Haedar berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut, sementara seluruh amal ibadah Prof Maman Abdurrahman diterima di sisi Allah SWT. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *