Cemas Terjadi Perang Dunia Ketiga, SBY: Sudah Ada Tanda-tandanya

  • Bagikan
BERHARAP ADA ANTISIPASI: Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa cemas dengan kondisi geopolitik dunia dalam beberapa tahun belakang ini.

INDOSatu.co – JAKARTA – Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga.

”Tiga tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini,” kata SBY dalam cuitan resmi X miliknya, yang dikutip INDOSatu.co, Ahad (18/1).

Sebagai seseorang yang puluhan tahun, SBY memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad.  Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah.

”Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit,” kata SBY.

Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945), ungkap SBY, memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini. Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang.

Baca juga :   SBY Alami Kanker Prostat, Telepon Jokowi, Ossy: Ingin Berobat ke LN

Selain itu, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas.

Sejarah juga mencatat, kata SBY, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa? Mungkin, kata SBY, bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya.

”Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi,” tukas SBY.

Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.

Baca juga :   Pakar Sebut Gerakan Golput adalah Ekspresi Politik yang Tak Boleh Dikriminalisasi

”Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 miliar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya,” beber SBY.

Sesempit apa pun, pinta SBY, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia. SBY lalu menyitir kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang.

Karena itu, SBY mengusulkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru.

Baca juga :   Mimpi SBY, Pulang Bareng Mega dan Jokowi, Sapa Rakyat di Tengah Perjalanan

”Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing (tidak berbuat apapun),” kata SBY.

Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way (jika ada kemauan, pasti akan ada jalan). (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *