INDOSatu.co – SURABAYA – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI terus menutup celah peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Kabar terkini, BNN berhasil menggerebek gudang yang menjadi lokasi produksi narkotika di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis (2/7).
Usai berhasil mengamankan narkotika sebanyak 3,37 ton tersebut, BNN menggelar Konferensi Pers yang langsung dihadiri Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto. Komjen Suyudi terbang ke Jawa Timur karena besarnya barang bukti (barbuk) yang diamankan oleh petugas BNN.
Dalam penggerebekan tersebut, BNN mengamankan 12 orang yang diduga turut dan menjadi pelaku dalam kasus tersebut.
“Tim gabungan berhasil mengamankan 12 orang terduga pelaku yang saat ini masih dalam pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers, Kamis (2/7).
Setelah dilakukan pendalaman, para pelaku memiliki latar belakang profesi yang beragam. Dan mereka memiliki peran masing-masing. Selain ada yang menjadi pengusaha jasa transportasi, juga terdapat pengurus perusahaan, sopir truk, dan oknum petugas pelabuhan. Bahkan, ikut diamankan pula warga negara asing asal China yang diduga memiliki gudang di Gresik.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peredaran narkotika tersebut tak lepas dari jaringan diduga dikendalikan oleh dua warga negara asing yang berada di luar wilayah hukum Indonesia, yakni seorang warga negara Malaysia berinisial CKF alias L dan warga negara China berinisial ZL alias J.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, barang bukti 3,37 ton narkotika itu menjadi salah satu pengungkapan kasus narkotika terbesar di Indonesia. Saat ini di lokasi menunjukkan kawasan pergudangan dijaga ketat oleh personel BNN, kepolisian, dan TNI. Sejumlah petugas dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta instansi terkait juga tampak berada di lokasi penggerebekan.
Di dalam gudang bernomor SA-33, terlihat puluhan hingga ratusan koper dan kardus yang diduga berisi barang bukti narkotika. Sebuah kontainer juga diamankan dan diduga berkaitan dengan pengungkapan kasus tersebut.
Selain dihadiri Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. Budi Mulyanto. Sementara itu, di kalangan DPRD Jawa Timur, tampak hadir H. Budiono, S.Sos., M.AP, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution serta sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
BNN menyatakan informasi lengkap mengenai jenis narkotika, asal jaringan, kronologi pengungkapan, hingga jumlah pasti barang bukti akan disampaikan dalam konferensi pers tersebut. (*)




