INDOSatu.co – JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud dan Ristek) Nadiem Anwar Makariem segera mengajukan naik banding. Upaya tersebut dilakukan setelah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 10 tahun penjara.
Selain hukuman badan 10 tahun penjara, Nadiem juga didenda untuk membayar Rp 1 miliar, serta pidana tambahan dengan kewajiban membayar uang pengganti mencapai Rp 809 miliar subsider 5 tahun penjara.
“Saya akan berjuang. Saya akan segera melaksanakan naik banding demi kebenaran, demi anak-anak muda, demi profesional yang di luar ke sana. Demi semua orang jujur yang dikriminalisasi. Saya tidak akan berhenti,” ungkap Nadiem di kompleks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (30/6).
Karena itu, Nadiem meminta doa dari masyarakat Indonesia, lantaran ia merasa telah dikriminalisasi. Nadiem juga mengaku, dirinya secara praktis telah divonis 15 tahun penjara, karena pidana tambahan yang dijatuhkan majelis hakim melampaui harta yang dimilikinya.
“Rp 809 miliar itu tidak pernah menyentuh saya sekalipun. Sudah dibuktikan dengan dokumen, dengan saksi bahwa uang itu tidak pernah keluar dari rekening PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) yaitu GoTo. Tidak satu pun uang itu saya dapatkan, saya terima dan uang itu uangnya PT AKAB, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Google maupun kasus Chromebook,” katanya.
Nadiem menegaskan, tidak ada tindakan korupsi yang dilakukannya, dan itu telah terungkap dalam persidangan dan diperkuat berbagai pernyataan tokoh-tokoh antikorupsi.
“Saya sudah tidak tahu apa kata-kata yang bisa saya ucapkan untuk menjelaskan perasaan saya pada hari ini. Belum pernah ada kasus di mana jutaan orang menyimak setiap fakta persidangan. Jarang sekali ada kasus di mana tokoh-tokoh antikorupsi semua serentak menyebut bahwa ini tidak ada unsur korupsinya,” ujar Nadiem.
Selepas persidangan dan memberikan keterangan kepada wartawan, Nadiem sempat terdiam dan terlihat mengelap air matanya yang jatuh.
Para driver dan keluarga yang mendampingi Nadiem tidak berhenti menyerukan keadilan bagi mantan menteri di era Jokowi tersebut.
“Jadi, saya sudah tidak tahu lagi mau minta tolong ke siapa. Di mana saya bisa mendapatkan keadilan. Harapan saya satu-satunya adalah kepada masyarakat Indonesia. Harapan saya satu-satunya adalah kepada setiap orang yang masih percaya kebenaran ada artinya dalam negara ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, Nadiem tetap mengungkap kecintaannya kepada bangsa Indonesia. Nadiem mengaku akan terus berjuang demi anak-anak, keluarga dan bangsa Indonesia. (*)



