Lamongan Perkuat Strategi sebagai Lumbung Pangan Nasional

  • Bagikan
SIAGA KEMARAU: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (safari cokelat) saat menghadiri Rakornas) Antisipasi dan Mitigasi Kemarau Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan.

INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur meneguhkan diri dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan tahun 2026 melalui langkah strategis dan terintegrasi, sekaligus menegaskan komitmennya dalam menjaga peran sebagai lumbung pangan nasional.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi dan Mitigasi Kemarau Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan.

Kehadiran Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menyiapkan langkah strategis guna menjaga keberlangsungan produksi pertanian, memastikan ketersediaan pangan, serta melindungi kesejahteraan masyarakat di tengah potensi kekeringan ekstrem.

Baca juga :   Dukung Lamongan Sehat, Bupati Yes Apresiasi INI dan PPAT Gelar Donor Darah

Dalam Rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dipaparkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, dengan potensi kekeringan yang meningkat dan berdampak pada sektor pertanian serta ketersediaan air.

Data BMKG menunjukkan peluang terjadinya fenomena El Nino pada semester II tahun 2026 mencapai 70–90 persen, dengan dampak signifikan berupa penurunan curah hujan. Sebanyak 64,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, serta 57,2 persen wilayah mengalami musim kemarau lebih panjang dari kondisi normal.

Baca juga :   Peringati Pancasila Sakti, Desa Balun Cermin Kebhinekaan di Kabupaten Lamongan

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan defisit air dan meningkatkan risiko penurunan luas tambah tanam (LTT) hingga ancaman gagal panen, khususnya pada lahan tadah hujan.

Pak Yes juga menuturkan bahwa Pemkab Lamongan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Pemkab lamongan berkomitmen mengantisipasi dampak musim kemarau melalui optimalisasi jaringan irigasi, penyediaan sarana pendukung pengairan seperti pompa air dan waduk, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Upaya tersebut selaras dengan kebijakan nasional, di mana pemerintah pusat menyiapkan program distribusi pompa air untuk mendukung pengairan hingga 1 juta hektare lahan pertanian sebagai bagian dari strategi menghadapi musim kemarau.

Baca juga :   Jabatan Ketum PBNU Dibatasi hanya Dua Kali, Gus Yahya: Tidak Masalah

Di tingkat nasional, produksi beras tahun 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan peningkatan produksi menjadi minimal 35,69 juta ton guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekspor.

Bupati Yes menegaskan bahwa, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan dan memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Lamongan optimistis mampu menghadapi tantangan kekeringan sekaligus terus berkontribusi signifikan sebagai lumbung pangan nasional,” pungkas Bupati Yes. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *