950 SPPG Belum Penuhi SLHS, Sudaryono Ancam Tutup Permanen

  • Bagikan
DERI DEADLINE: Kepala BGN, Sudaryono menyikapi masih banyak SPPG yang belum memiliki SLHS, tetapi telah melakukan operasional dan mengirim MBG ke berbagai sekolah.

INDOSatu.co – JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan, Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) menjadi syarat mutlak bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk beroperasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono untuk menepis anggapan bahwa SLHS tidak dipandang penting dan hanya sebagai formalitas belaka. Padahal, sertifikasi tersebut menjadi instrumen untuk memastikan bahwa dapur yang melaksanakan MBG benar-benar memenuhi standar kebersihan, higienis dan sanitasi sebelum memberikan makanan kepada penerima manfaat.

”Jadi, sekali lagi, SLHS ini bukan syarat administrasi, melainkan syarat mutlak,” ucap Sudaryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (8/8).

Bagi SPPG yang telah beroperasi tetapi belum memiliki SLHS, BGN memberikan batas waktu terakhir hingga tanggal 10 Agustus 2026 untuk segera melengkapi proses sertifikasinya.

Baca juga :   Roy Suryo: Miliki Ijazah Asli Itu Bikin Bangga, Bukan Malah Hina

“Kami memberikan kesempatan terakhir sampai 10 Agustus untuk melengkapi SLHS ini, diurus di dinas kesehatan masing-masing kabupaten dan kota,” ujarnya.

Ia menambahkan, penilaian terhadap kelayakan higienitas dan sanitasi menjadi dasar dalam menentukan keberlanjutan operasional sebuah SPPG. Apabila dapur MBG dinyatakan tidak layak, maka operasionalnya tidak dapat dilanjutkan.

“Kalau layak, satu. Kalau tidak layak, ya memang nol. Jadi, mau sebagus apapun, ternyata secara higienis dan sanitasinya kemudian tidak layak, maka harus ditangguhkan permanen. Kami tutup dapurnya secara permanen,” tegas Sudaryono.

Langkah tegas tersebut, lanjut dia, dilakukan karena SLHS berkaitan langsung dengan keamanan pangan, kesehatan, serta keselamatan penerima manfaat Program MBG.

Baca juga :   Komitmen Angkat Mutu Pendidikan Tinggi, 19 PTMA Raih Akreditasi Unggul

Hingga saat ini, BGN telah menerima laporan mengenai sekitar 950 dapur yang diduga belum memenuhi standar higiene dan sanitasi. BGN akan melakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi masing-masing dapur sebelum menentukan SPPG yang harus dihentikan secara permanen.

Di sisi lain, BGN memahami bahwa dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan kecepatan pelayanan dan respons antarwilayah yang dapat mempengaruhi proses penerbitan sertifikat.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *