Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Berkinerja Tinggi 2025

  • Bagikan
BERGENGSI: Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto menyerahkan penghargaan kepada Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX di Halaman Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (27/4).

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono didaulat menerima penghargaan atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan Status Kinerja Tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, dan diterima Bupati Setyo Wahono dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX. Penganugerahan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (27/4).

Peringatan tahun ini mengusung tema ‘Dengan Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita’, sebuah tema untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan berkeadilan.

Baca juga :   Ketua DPD RI: Rencana Aksi Pengentasan Kemiskinan Harus Konkret dan Fokus

Dalam arahannya, Wamendagri Bima Arya Sugiarto menekankan, otonomi daerah adalah proses dinamis yang menuntut penguatan sumber daya manusia secara menyeluruh.

“Otonomi daerah bukan hanya memerlukan bupati, walikota, atau gubernur yang hebat saja, tetapi juga pimpinan OPD, eselon di bawahnya, hingga camat, lurah, dan kepala desa yang mumpuni untuk membangun pemerintahan yang efektif,” tegasnya

Pihaknya juga mengingatkan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menengok sejarah otonomi daerah, serta menghidupkan kembali semangat berproses untuk terus menyempurnakan, memperbaiki, mengevaluasi melalui konsepsi kewenangan yang berintegritas.

Tanpa integritas, kata Bima Arya, kewenangan hanya akan melahirkan kesewenang-wenangan. Sebaliknya, otonomi harus diarahkan pada kemandirian fiskal dan efisiensi yang menjadi transformasi budaya kerja, bukan sekadar angka laporan.

Baca juga :   Bukan Hasil Final, KPU Harus Selesaikan Kegaduhan Akibat Polemik Sirekap

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersyukur atas capaian ini. Menurutnya penghargaan ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh jajaran Pemkab Bojonegoro.

“Seluruh jajaran kepala OPD, camat, hingga pemerintahan desa telah kita ajak bersama-sama menjalankan sistem pemerintahan yang efektif, pelayanan publik yang berkualitas serta turut serta mendukung dan menyukseskan program nasional. Penghargaan ini adalah milik seluruh jajaran dan menjadi komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati menambahkan, capaian kinerja tinggi ini tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah terlena serta tidak berpuas diri dan jumawa karena data kinerja menjadi kata kunci dan segala sesuatu bisa terjadi perubahan.

Baca juga :   Soal Pelecehan terhadap Ning Imaz, Senator Abdul Kholik: Penegak Hukum segera Bertindak

“Konsistensi, tekad, dan budaya kerja yang baik harapannya tidak hanya menjadi angka semata, melainkan menjadi mentalitas dalam melayani masyarakat. Kita harus terus mendukung program nasional demi membawa masyarakat Bojonegoro yang lebih sejahtera,” terang Bupati Bojonegoro

Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu dari 15 kabupaten di Indonesia yang meraih penghargaan ini, bersanding dengan daerah berprestasi lainnya seperti Kab. Banyuwangi, Kab. Sumedang, dan Kab. Sidoarjo, serta beberapa provinsi seperti DI Yogyakarta, Jawa Timur dan DKI Jakarta. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *