Lamongan Upgrade Skill Perangkat Desa melalui Inovasi Prima Desa

  • Bagikan
JANTUNG PELAYANAN: Bupati lamongan Yuhronur Efendi (safari coklat) mengalungkan tanda peserta untuk perwakilan perangkat desa yang mengikuti kegiatan Inovasi Prima Desa, Selasa (12/5).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Sebagai wajah pelayanan masyarakat di desa, perangkat desa dituntut memiliki kemampuan teknis sekaligus kecakapan komunikasi dan adaptif. Pernyataan itu disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat membuka Program Peningkatan Manajemen Aparatur Desa (Prima Desa) di Aula Gajah Mada Lantai 7 Gedung Pemkab Lamongan, Selasa (12/5).

Program unggulan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan tersebut menjadi upaya strategis dalam meningkatkan profesionalitas perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa.

Menurut Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan, perangkat desa merupakan wajah pelayanan publik yang harus mampu menjawab berbagai tantangan dan perubahan zaman yang terus berubah secara dinamis.

Baca juga :   Paripurna Tanggapi PU Fraksi, Yuhronur Apresiasi Dewan

“Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 menegaskan bahwa tidak ada pembangunan Indonesia yang berhasil tanpa desa yang kuat, dan tidak ada desa yang kuat tanpa perangkat desa yang berdedikasi,” tutur Pak Yes.

Orang nomor satu di Kota Soto itu menjelaskan, perangkat desa memiliki peran penting dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pemerintahan desa, termasuk mewujudkan kebijakan yang telah diputuskan oleh kepala desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Karena itu, aparatur desa dituntut mampu beradaptasi terhadap berbagai tantangan, mulai dari efisiensi pemerintahan hingga perubahan iklim.

“Perangkat desa sering berhubungan langsung dengan pelayanan publik. Maka harus mampu beradaptasi terhadap tantangan yang ada dan memiliki kemampuan lebih untuk menerjemahkan tantangan tersebut menjadi kebijakan bersama yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca juga :   Masyarakat Jadi Penentu Terwujudnya Pemilu Damai, Kamtibmas Lamongan Diperkuat

Pada kesempatan tersebut, Pak Yes juga menekankan pentingnya penguasaan hard skill dan soft skill bagi aparatur desa. Hard skill, menurutnya, berkaitan dengan kemampuan teknis dalam bekerja, sedangkan soft skill menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lamongan Joko Raharto menyampaikan bahwa, Prima Desa akan dilaksanakan selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 213 perangkat desa yang baru dilantik pada 2025 hingga awal 2026. Adapun peserta terdiri dari 15 sekretaris desa, 44 kepala urusan, 80 kepala seksi, dan 74 kepala dusun.

Baca juga :   Wujudkan Pembangunan Inklusif, Pemkab Lamongan Siapkan 21 Masterplan

“Program ini bertujuan meningkatkan kinerja aparatur desa agar mampu menjalankan tata kelola pemerintahan desa secara profesional, adaptif, dan berorientasi pelayanan masyarakat,” jelas Joko Raharto.

Berbagai materi strategis akan diberikan dalam pelatihan tersebut, di antaranya pengelolaan keuangan, aset dan sumber daya desa, penguatan nilai-nilai Pancasila, BUMDes sebagai pilar pembangunan ekonomi desa, kepemimpinan dan loyalitas perangkat desa, peran aparatur desa dalam membangun ketertiban masyarakat yang produktif, lembaga kemasyarakatan desa, hingga tata kerja pemerintahan desa.

Melalui Prima Desa, Pemkab Lamongan berharap aparatur desa semakin profesional, responsif, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat desa di Kabupaten Lamongan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *