INDOSatu.co – BOJONEGORO – Statemen menarik datang dari Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Selama hampir dua tahun menjabat Bupati Bojonegoro, Bupati Wahono mengaku memposisikan diri sebagai fasilitator, bukan mengedepankan kekuasaan dalam melayani warga Bojonegoro.
Pernyataan Bupati Wahono itu disampaikan dalam Pelantikan dan Pengukuhan Majelis Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Bojonegoro yang digelar di Aula Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro, Jumat (17/7).
”Apalagi dengan ICMI yang semua pengurusnya adalah para cendekiawan yang berlatar dari berbagai disiplin ilmu dan profesi,” kata Bupati Wahono mengawali sambutannya, Jumat (17/7).
Menurut Bupati Wahono, sebagai organisasi cendekiawan, ICMI Bojonegoro memiliki potensi besar jika digarap dengan baik. Karena itu, Bupati Wahono menaruh harapan besar kepada ICMI untuk bisa menjadi mitra strategis Pemkab Bojonegoro melalui berbagai hasil kajian dan riset berbasis data yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik.
”Meski demikian, semua itu juga harus melihat kemampuan yang ada di Pemkab Bojonegoro, baik momentum maupun anggarannya. Yang pasti, saya respek terhadap ICMI,” kata Bupati Wahono.
Tak lupa, Bupati Wahono juga mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus ICMI Orda Bojonegoro yang baru serta menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan roda organisasi.
Sedangkan Ketua ICMI Orwil Jawa Timur, Pitono Nugroho menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengurus ICMI Orda Bojonegoro yang baru dilantik. ICMI, kata Pitono, memiliki tanggungjawab besar terhadap masyarakat Bojonegoro, bangsa dan negara.
”ICMI itu beda dengan NU maupun Muhammadiyah. Kalau NU dan Muhammadiyah lebih pada pendekatan keagamaan, kalau ICMI berbasis intelektual. Karena itu, idealnya ICMI harusnya lebih lincah dalam bergerak,” kata Pitono yang pada periode sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Orwil ICMI Jawa Timur itu.
Sementara itu, mengawali sambutannya sebagai Ketua ICMI Orda Bojonegoro, Arief Januwarso mengatakan, bahwa sebelum dilantik ICMI Bojonegoro sudah menjalankan beberapa program. Selain ICMI Mengajar, kata Arief, beberapa seksi dalam kepengurusan ICMI periode saat ini juga sudah melakukan beberapa kali podcast yang mengedukasi masyarakat Bojonegoro.
Arief resmi dilantik sebagai Ketua ICMI Orda Bojonegoro bersama jajaran pengurus baru periode 2026-2031. Pelantikan tersebut menjadi tonggak bagi ICMI Bojonegoro dalam memperkuat peran cendekiawan Muslim sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Selain dihadiri para pengurus ICMI Orda Bojonegoro periode 2026-2031, pelantikan tersebut juga mengundang berbagai ormas keagamaan, perguruan tinggi dan lembaga profesi yang menjadi strategis ICMI, untuk saat maupun di masa mendatang. (*)




