YAMAN kembali menjadi perbincangan. Gara-garanya muncul statemen elit negara dalam sambutannya menyinggung dan mempersilakan untuk kabur ke Yaman. Padahal tidak ada yang mau kabur. Memang ada apa dengan Yaman?
Banyak orang tidak tahu kalau Yaman negeri yang pernah didoakan oleh Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam.
“Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman kami,” (HR. Bukhari dan Ahmad). Yaman didoakan karena keutamaan penduduknya dan keimanannya.
Rasulullah shallahu alaihi wasallam. menyebut penduduk Yaman memiliki keimanan dan kepahaman agama yang baik. Kata beliau, “Iman itu ada di Yaman, dan kekufuran itu ada di arah timur” (HR. Ahmad).
Allah subhanahu wata’ala, telah memuliakan negeri Yaman di antara negeri-negeri lainnya di dunia ini setelah Makkah dan Madinah. Penduduknya adalah orang-orang yang lembut hatinya, santun tutur katanya, dan cepat menerima kebenaran.
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. al-Maidah: 54)
Ada beberapa pendapat ahli tafsir mengenai makna ayat ini. Menurut Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya, “Pendapat yang lebih kuat mengenai identitas kaum yang disinggung dalam ayat di atas; adalah penduduk negeri Yaman; kaumnya sahabat Abu Musa al Asy-‘asy’ari radhiyallahu’anhu.
Imam Ibnu Jarir At Thobari rahimahullah juga menguatkan penafsiran Imam al-Qurtubi. Sebagaimana yang beliau nyatakan dalam tafsir beliau;
وأولى الأقوال في ذلك عندنا بالصواب، ما روي به الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، أنهم أهل اليمن؛ قوم أبي مويى الأشعري.
“Menurut kami, pendapat yang lebih kuat mengenai penafsiran kaum yang dimaksudkan dalam ayat adalah sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah riwayat, yang bersumber dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, bahwa kaum tersebut adalah penduduk Yaman; kaumnya sahabat Abu Musa al Asy-‘aryi.” (Tafsir at-Thobari, 8/525).
Ini yang tidak dimiliki oleh penduduk lainnya di muka bumi, karomah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menerangkan, bahwa penduduk Yaman adalah umatnya yang paling pertama merasakan segarnya air telaga beliau. Inilah karomah penduduk Yaman.
Dari sahabat Tsauban berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda,
إني لبعقر حوضي أذود الناس لأهل اليمن أضرب بعصاي حتى يرفض عليهم
“Sesungguhnya kelak aku akan berada di samping telagaku. Kemudian Aku akan menghalangi orang-orang yang akan meminum dari telagaku, agar penduduk Yaman dapat meminumnya terlebih dahulu. Aku memukul dengan tongkatku, sehingga air telaga tersebut mengalir untuk mereka.” (HR. Muslim)
Betapa mulianya penduduk Yaman. Mereka memiliki berbagai keutamaan seperti dijelaskan di atas.
Lalu kenapa orang suka mengolok-olok Yaman dengan mempersilahkan kabur ke Yaman. Kita tahu siapa tokoh yang sering diledek dengan Yaman. Padahal Yaman sebaik-baik penduduk bumi.
Yaman kata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebaik-baik penduduk bumi.
يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْض
“Hampir-hampir bangsa Yaman melebihi kalian. Mereka bak segumpal awan. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi.” (HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam al-Baihaqi, dinilai shahih oleh al-Albani).
Janganlah memperolok-olok suatu kaum. Barangkali kaum yang kamu perolok-olokan lebih baik dari kamu.
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka…” (QS. al-Hujurat: 11). Nah, bagaimana dengan pendapat Anda? (*)
Tarmidzi Yusuf;
Penulis adalah Kolumnis dan tinggal di Bandung, Jawa Barat.



