INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan menggelar upacara peringatan kemerdekaan di Alun-Alun Lamongan, Senin (17/8). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Lamongan berlangsung khidmat dan menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.
Pada momen ini, Pemkab Lamongan menyerahkan tali asih kepada 58 veteran pejuang kemerdekaan dan janda veteran pejuang kemerdekaan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Masing-masing veteran menerima tali asih sebesar Rp 1,5 juta.
Sebanyak 419 warga binaan Lapas Lamongan juga mendapatkan Remisi Umum dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemberian remisi menjadi bentuk penghargaan bagi warga binaan yang telah memenuhi ketentuan dan menunjukkan perubahan positif selama mengikuti proses pembinaan.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati Lamongan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lamongan mengikuti secara virtual Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Zoom Meeting dari Pendopo Lokatantra.
Peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Lamongan untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan, serta bersama-sama mewujudkan pembangunan yang adil dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, pada malam sebelumnya, juga digelar Detik-detik pergantian hari menuju peringatan Hari Ulang Tahun ke 81 Republik Indonesia. Bupati Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan, juga hadir dalam apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Lamongan, Senin (17/8) dini hari.
Pak Yes menjadikan momen apel kehormatan dan renungan suci adalah tradisi sakral setiap jelang peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI. Tentu sebagai wujud penghormatan mendalam kepada jasa yang telah dilakukan para pahlawan terdahulu.
Karena atas kegigihan dan pengorbanannya, kemerdekaan bangsa bisa diwujudkan dan dipertahankan hingga saat ini. Sebanyak 343 makam TNI, Polri, pegawai sipil, dan pejuang, serta 53 pahlawan tak dikenal, bersemayam di taman makam ini.
”Begitu pula para pahlawan yang tidak dikenal nama dan tempatnya, di kota-kota, di dusun-dusun, di lereng-lereng gunung, di lembah ngarai, hingga dasar lautan. Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya,” tutur Pak Yes.
Pada puncak prosesi, Dandim 0812 Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo membacakan naskah ikrar penghormatan kepada para pahlawan. Dalam pembacaan ikrar tersebut,
Dandim menyampaikan rasa hormat yang mendalam atas keikhlasan, pengorbanan, dan kesucian perjuangan para pahlawan di TMP Kesuma Negara maupun para pahlawan tak dikenal yang gugur di medan pertempuran.
Letkol Deni mengatakan, Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan momen krusial untuk mengheningkan cipta, merenungi, dan menyerap kembali nilai-nilai perjuangan mendasar yang telah diwariskan oleh para pahlawan bangsa. (*)






