INDOSatu.co – JAKARTA – Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas para elit politik di Tanah Air. Hasilnya, Prabowo Subianto menempati urutan pertama dengan elektabilitas sebesar 32,2 persen, disusul Dedi Mulyadi alias KDM dengan 19,8 persen dan Anies Rasyid Baswedan 19,5 persen.
“Dalam pertanyaan terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,2 persen, kemudian Dedi Mulyadi 19,8 persen dan Anies Baswedan 19,5 persen,” kata Rico Marbun dalam pemaparan hasil survei di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (31/8).
Menurut Rico, elektabilitas Prabowo itu diperoleh karena unggul di beberapa wilayah, diantaranya di Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain itu, Prabowo juga masih teratas di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur. Sedangkan KDM unggul di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Sayangnya, Rico tidak merilis secara rinci hasil elektabilitas Anies Baswedan yang besarnya hampir sama dengan KDM. Berkaca dari Pilpres 2024, basis dukungan rakyat terhadap Anies lebih merata, terutama di Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta dan wilayah provinsi lainnya.
Rico mengatakan, hasil yang tidak jauh berbeda terlihat dalam pertanyaan semi terbuka. Prabowo kembali berada di posisi pertama dengan elektabilitas 32,4 persen. “Dalam pertanyaan semi terbuka, Prabowo Subianto memperoleh 32,4 persen. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 20,6 persen dan Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 20,5 persen,” ujar Rico.
Survei Median digelar secara tatap muka (face-to-face interview) pada 21 Juli-2 Agustus 2026. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Target sampel dalam survei ini sebanyak 1.212 responden, dengan margin of error kurang lebih 2,76 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random menggunakan metode multistage random sampling.
Distribusi sampel dilakukan secara proporsional berdasarkan populasi provinsi dan gender. Untuk memastikan kualitas data, survei juga melakukan quality control terhadap 20 persen sampel yang ada. Median menyatakan bahwa hasil survei ini menggambarkan dinamika politik yang terjadi selama masa pengambilan data, yakni pada periode 21 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Meski mengakui, tingkat kepercayaan terhadap Presiden Prabowo masih tinggi, tapi di sisi lain sosok KDM mencuat ke permukaan. Dalam data yang tidak dipublis, menurut Rico, sejumlah alasan masyarakat menyukai gubernur Jabar tersebut adalah sosoknya yang merakyat dan turun ke bawah.
“Jadi, kalau kita bandingkan antara alasan memilih Prabowo, kemudian KDM, dan Anies Baswedan, itu proporsi orang yang memilih karena kompetensi, Prabowo paling tinggi. Tapi kalau karena pencitraan, ah itu KDM nomor satu. Ini bukan salah. Tapi faktanya memang seperti itu,” pungkas Rico. (*)



