INDOSatu.co – JAKARTA – Nama Menteri Komunikasi dan Informatika 2023-2024 Budi Arie Setiadi disebut dalam surat dakwaan kasus suap pengamanan situs judi online dari tindakan pemblokiran oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Terdakwa dalam kasus tersebut, yakni Zulkarnaen Apriliantony, bersama tiga terdakwa lain, yakni Adhi Kismanto, Alwin Jabarti Kiemas, dan Muhrijan alias Agus. Hingga kini pula, kasus tersebut menyita perhatian publik karena tindakan pengamanan situs judol tersebut justru di Kemenkominfo.
Menyikapi kasus tersebut, mantan Menkopolhukam, Mahfud MD menyampaikan, penyebutan nama Budi Arie tersebut wajib didalami oleh aparat hukum, sehingga kasus tersebut berakhir dengan jelas.
“Saya harap ini didalami, karena dugaannya kuat dia terlibat. Kenapa? Disebut dalam dakwaan bahwa ada jatah untuk dia,” kata Mahfud dikutip INDOSatu.co dari YouTube MahfudMD, Selasa (3/6).
Apakah, kata Mahfud, jatah dana penarikan pengamanan situs judol itu sudah diberikan atau belum, ataukah Budi Arie merasa menerima atau tidak, itu urusan lain. Dalam penyidikan nanti, kata Mahfud, pasti akan segera diketahui motif di balik adanya dana pengamanan situ judol itu. Dan itu urusan urusan penyidik.
“Jangan dengar Budi Arie. Kalau mendengar Budi Arie ya gak mungkin ngaku dong. Mana ada maling ngaku. Itu harus didalami, sehingga di situ ada unsur-unsur, sekurang-kurangnya menerima uang, mendapat uang dari hasil kejahatan dari kantor dia, itu korupsi namanya,” ujarnya.
Budi Arie Setiadi lahir pada 20 April 1969 di Jakarta. Ia adalah mantan wartawan. Saat ini menjabat sebagai Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih di era Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, di bawah kepemimpinan presiden ke-7 Indonesia, Jokowi, ia menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia dari 17 Juli 2023 hingga dibubarkannya Kabinet Indonesia Maju, menggantikan Johnny Gerard Plate yang terlibat korupsi, setelah menjabat sebagai Wakil Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi periode 2019–2023.
Sebelum menjadi menteri, ia adalah pendiri dan Ketua Umum Projo, organisasi relawan pendukung Jokowi pada 2014 lalu. Lalu, ia dan Projo juga secara terbuka mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2024. (*)



