Tanggul di Kali Plalangan Percepat Pengendalian Banjir di Lamongan

  • Bagikan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kanan) bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Gatut Bayuaji, meninjau langsung kegiatan penguatan tanggul di Kali Palangan, Jumat (30/1).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Guna mempercepat pengendalian banjir di wilayah di Kabupaten Lamongan, telah dilaksanakan penguatan tanggul di Kali Plalangan, yang merupakan bagian dari aliran Bengawan Jero.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Gatut Bayuaji, meninjau langsung kegiatan penguatan tanggul di Kali Palangan, Jumat (30/1).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan progres penanganan banjir agar berjalan secara optimal. Selain penguatan tanggul, di Kali Plalangan, juga dilakukan pekerjaan penguatan aliran hingga ke arah hulu sampai jembatan.

Baca juga :   Libatkan 1.569 Penari, Lamongan Catat Rekor MURI dan Rekor Dunia Berkat Tari Boran

Dituturkan Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan, sistem pengendalian Bengawan Jero secara keseluruhan saat ini masih dalam tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu ditingkatkan agar pengelolaan aliran sungai dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kali Palangan setiap tahun kerap mengalami jebol akibat sistem pembuangan ke arah utara yang masih kurang representatif. Karena itu, revitalisasi aliran sungai hingga jembatan menjadi fokus agar arus pembuangan air dari selatan ke utara dapat lebih lancar dan fungsi sungai dapat dimaksimalkan,” kata Pak Yes.

Baca juga :   Capaian Indikator Sosial Ekonomi Kabupaten Lamongan 2024 Bergerak Positif

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus mengupayakan penyelesaian sistem pengendalian air secara terintegrasi, termasuk sinergi dengan sistem Bengawan Solo.

Diskusi dan kajian teknis terus dilakukan guna mencari alternatif saluran pembuangan air, sehingga debit air yang masuk ke Bengawan Jero dapat berkurang.

Upaya ini diharapkan mampu menurunkan potensi banjir serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko genangan air di masa mendatang.

Baca juga :   Cara Bupati Yuhronur Promosikan Daerah, Melalui "City Run", Peserta dari Berbagai Daerah

Hasil penanganan dan evaluasi tersebut rencananya akan dilaporkan ke pemerintah pusat guna memperoleh dukungan program dan penguatan kebijakan di tingkat nasional. Penyelesaian diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan kebutuhan di lapangan.

Selain upaya teknis, orang nomor satu di Kota Soto itu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian sungai. Khususnya dalam mencegah penumpukan sampah dan eceng gondok yang dapat menghambat aliran air. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *